WAHANANEWS.CO, JAKARTA - Co-Founder Forum Intelektual Muda, Muhammad Sutisna menilai kinerja kementerian yang mengurusi masalah-masalah seperti perdagangan, investasi dan energi kurang piawai dalam mengatasi gejolak perekonomian saat ini.
“Presiden Prabowo Subianto harus mengganti menteri-menteri (terkait) dengan orang yang lebih pas dalam mengatasi krisis ini,” ujar Sutisna dikutip dari RMOL, Kamis (3/4/2025).
Baca Juga:
Keluarga Prabowo Suguhkan Gaya Busana Sederhana Namun Tetap Elegan di Hari Raya Idulfitri 2025
Hal tersebut disampaikan Sutisna, setelah melihat kinerja Kabinet Merah Putih di pemerintahan Prabowo Subianto terus menuai sorotan usai lesunya perekonomian nasional di momentum Lebaran 2025.
Menurut Alumni Universitas Indonesia ini, kenaikan harga kebutuhan pokok turut menjadi persoalan serius yang terus dirasakan masyarakat.
"Harga bahan pokok seperti minyak goreng, cabai, bawang, hingga telur terus mengalami lonjakan, membuat banyak orang harus memutar otak agar tetap bisa memenuhi kebutuhan dengan anggaran terbatas," bebernya.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Lantik Putra Dairi Junimart Girsang Sebagai Dubes RI Untuk Italia
Lanjut dia, situasi ini menjadi sangat dilematis ketika pendapatan masyarakat terus menurun di saat harga kebutuhan pokok malah naik.
Jabatan Menteri Investasi yang dipegang Rosan Roeslani, lanjut Sutisna, di saat bersamaan juga sebagai Chief Executive Officer (CEO) dari BPI Danantara dianggap sangat tidak tepat.
“IHSG tercatat merosot 0,78 persen dan mayoritas sektor masih bergerak melemah, di mana hal itu disebabkan oleh kebingungan pasar yang melihat adanya tumpang tindih jabatan,” ungkap dia.
"Tentu alangkah baiknya bagi Rosan agar bisa fokus di BPI Danantara, maka Presiden Prabowo harus menunjuk Menteri Investasi yang baru,” imbuhnya.
Ia pun meminta Presiden Prabowo untuk mempertimbangkan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama Harvick Hasnul Qolbi yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian untuk menggantikan Rosan.
“Bang Harvick juga memiliki jaringan internasional yang sangat luas, bisa menarik investor ke dalam negeri. Oleh karena itu penting bagi presiden untuk segera melakukan reshuffle Kabinet khususnya menteri-menteri yang dianggap kurang piawai dalam menjalankan Asta Cita yang merupakan cita-cita luhur pemerintah saat ini,” ungkapnya lagi.
“Apalagi Presiden Prabowo perlu memperhatikan berbagai situasi gaduh yang terjadi belakangan ini. Kemarahan dan kekecewaan masyarakat atas kinerja sejumlah menteri sudah terlihat di media sosial atau berbagai aksi demonstrasi. Sehingga salah satu cara untuk mengembalikan kepercayaan publik adalah melakukan reshuffle kabinet sesegera mungkin," tandas Sutisna.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]