Partisipasi tersebut menjadi bagian dari peran aktif Indonesia dalam komunitas global.
Terkait waktu pelaksanaan, Presiden menyebut kemungkinan pengiriman kelompok awal atau tim pendahulu dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Baca Juga:
Prabowo Saksikan Penandatanganan 11 MoU senilai 38,4 Miliar Dolar AS di Business Summit US-ABC
“Mungkin, ya kelompok-kelompok advance, mungkin tidak lama lah, mungkin 1-2 bulan ini,” ungkapnya.
Presiden juga mengonfirmasi bahwa Indonesia mendapat permintaan untuk menempati posisi strategis dalam struktur misi tersebut.
“Ya, mereka minta kita jadi Deputy Commander,” ujar Presiden.
Baca Juga:
Prabowo Paparkan Transformasi Nasional di Washington DC: Dari Sekolah Digital hingga Danantara
Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas konsistensi politik luar negeri Indonesia yang berlandaskan prinsip bebas aktif serta berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.
Di tengah dinamika geopolitik global, Indonesia terus menempatkan diri sebagai mitra strategis dalam upaya mewujudkan perdamaian yang adil, inklusif, dan berkelanjutan di kawasan Timur Tengah.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.