WAHANANEWS.CO - Presiden Prabowo Subianto menjawab keras kritik soal besarnya anggaran program pemerintah dengan menegaskan tidak ada yang salah jika uang negara dikembalikan kepada rakyat melalui berbagai program prioritas.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap pada Rabu (29/4/2026).
Baca Juga:
Sebut Wayang Kulit Bentuk Budaya Singapura, PM Lawrence Wong Diserbu Netizen RI
"Sekarang kita gelontorkan ke rakyat. Apa yang salah? Apa yang salah, kalau Presiden Republik Indonesia dan pemerintah yang dia pimpin ingin menggelontor uang kepada rakyatnya sendiri? Yang salah apa?" ujar Prabowo.
Prabowo menjelaskan dana yang digunakan untuk membiayai program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga perumahan rakyat berasal dari penghematan anggaran dan realokasi belanja negara yang sebelumnya berpotensi bocor.
"Uang ini adalah uang yang kita hemat dari korupsi. Uang yang tadinya pasti dikorupsi kita tahan, kita realokasi, kita gelontor ke rakyat. Salahnya apa?" katanya.
Baca Juga:
Kisah Pilu Arinjani, Dicari Semalaman hingga Ditemukan Jadi Korban Kecelakaan KA
Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan terhadap besarnya kebutuhan dana berbagai program unggulan pemerintah yang dinilai menyedot APBN dalam jumlah besar.
Prabowo mengatakan pemerintah saat ini sedang mengubah pola perputaran ekonomi nasional dengan memastikan hasil produksi petani dan nelayan memiliki pasar yang jelas di dalam negeri.
"Sekarang kita ubah. Hampir semua petani dan nelayan punya jaminan pasar, off take. Berapa yang dia hasilkan, berapa itu pun akan diserap oleh bangsa Indonesia," ujarnya.
Menurut Prabowo, salah satu penyerapan hasil produksi akan ditopang oleh keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang dikenal sebagai dapur MBG di setiap desa.
Ia menyebut satu dapur MBG diperkirakan mampu menyerap sekitar 50 tenaga kerja sehingga jika target 30 ribu dapur terealisasi maka lapangan kerja yang tercipta bisa mencapai 1,5 juta orang.
"Di tiap desa ada SPPG, ada dapur. Secara garis besar ini membangkitkan ekonomi. Satu dapur menciptakan 50 orang bekerja. Kalau nanti sudah berjalan 30 ribu dapur artinya 1,5 juta orang bekerja," katanya.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pembentukan 81 ribu Koperasi Desa Merah Putih.
Prabowo mengatakan satu koperasi diperkirakan mempekerjakan 18 orang sehingga total serapan tenaga kerja dari program itu bisa mencapai lebih dari satu juta orang.
"Koperasi (Desa) Merah Putih akan ada 81 ribu. Satu koperasi mempekerjakan 18 orang, 80 ribu kali 18, Anda hitung sendiri, satu juta sekian juga lebih," ucapnya.
Ia menambahkan penciptaan lapangan kerja tersebut belum termasuk dari program lain seperti pembangunan perumahan rakyat.
Menurut Prabowo, seluruh program itu dirancang untuk membalik arus kekayaan nasional yang selama ini lebih banyak keluar negeri agar kembali berputar di dalam negeri dan dinikmati masyarakat.
"Jadi tadi itu adalah untuk mengembalikan arus kekayaan yang keluar negeri, kita balikkan," katanya.
Prabowo menegaskan dirinya akan tetap menjalankan kebijakan tersebut karena yakin pemerintah berada di jalur yang benar.
"Saya merasa saya berada di jalan yang benar. Kita berada di jalan yang benar. Kita berada di pihak rakyat Indonesia," ujar Prabowo.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]