WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana alam yang melanda berbagai wilayah di Indonesia berdasarkan hasil pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB selama periode 20 Januari 2026 hingga 21 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
Dalam kurun waktu tersebut, jenis bencana yang terjadi masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah, khususnya banjir dan angin kencang, yang menimbulkan dampak signifikan terhadap masyarakat.
Baca Juga:
Musim Hujan Picu Serangkaian Bencana, BNPB Minta Masyarakat Tetap Waspada
Salah satu peristiwa menonjol adalah banjir yang kembali melanda wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Banjir terjadi di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, pada Selasa (20/1/2026).
Peristiwa ini dipicu oleh jebolnya tanggul penahan air Sungai Citarum sepanjang kurang lebih delapan meter, sehingga air meluap dan masuk ke kawasan permukiman warga.
Baca Juga:
Puncak Musim Hujan, BNPB Laporkan Dampak Banjir dan Cuaca Ekstrem di Bali hingga NTT
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi melaporkan sedikitnya 553 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat genangan air tersebut.
Petugas BPBD terus melakukan koordinasi dengan aparat desa setempat guna melaksanakan pendataan korban serta menyalurkan bantuan logistik.
Hingga Selasa (20/1/2026), belum terdapat laporan warga yang mengungsi, meskipun genangan air masih belum sepenuhnya surut.
Bencana banjir juga dilaporkan terjadi di wilayah Kota Cimahi, Jawa Barat. Dua kelurahan di Kecamatan Cimahi terdampak banjir pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.
Sebanyak 112 KK atau 142 jiwa terdampak akibat kejadian tersebut. Berdasarkan laporan terkini, kondisi banjir di wilayah tersebut telah surut pada Selasa (20/1/2026).
Selain Jawa Barat, banjir juga melanda wilayah Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Pasuruan. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 13.00 WIB dan merendam sedikitnya 17 desa yang tersebar di empat kecamatan.
Situasi banjir di Kabupaten Pasuruan, Selasa (20/1/2026). [Foto: BPBD Kab. Pasuruan].
BPBD Kabupaten Pasuruan mencatat sebanyak 3.455 KK terdampak, dengan rincian 1.735 KK di Kecamatan Winongan, 578 KK di Kecamatan Grati, 567 KK di Kecamatan Gondangwetan, dan 575 KK di Kecamatan Rejoso.
Petugas BPBD Kabupaten Pasuruan masih terus melakukan pendataan lanjutan serta pendistribusian bantuan logistik bagi warga terdampak.
Hingga Rabu (21/1/2026) pagi, banjir masih menggenang di sejumlah titik dengan ketinggian air bervariasi antara 15 hingga 60 sentimeter.
Masih di wilayah Jawa Timur, hujan lebat disertai angin kencang juga melanda Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
BPBD menerima laporan adanya pohon tumbang di empat titik di sepanjang Jalan Raya Besuki yang sempat menyebabkan kemacetan lalu lintas.
Proses evakuasi pohon tumbang akibat angin kencang oleh petugas gabungan di Desa Besuki, Kec. Besuki, Kab. Situbondo, Jawa Timur, Selasa (20/1/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD segera menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan kaji cepat dan evakuasi material pohon tumbang.
Selain itu, tercatat sebanyak 36 unit rumah warga mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang.
Angin kencang juga terjadi di wilayah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa (20/1/2026).
BPBD Kota Mataram melaporkan delapan unit rumah warga terdampak, dengan rincian tiga rumah rusak ringan, satu rusunawa mengalami kerusakan berat, serta tiga lapak pedagang turut terdampak.
Petugas melakukan evakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga dan akses jalan di Kota Mataram, NTB, Selasa (20/1/2026). [Foto: BPBD Kota Mataram].
Sebanyak tiga KK terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
BPBD Kota Mataram bersama tim gabungan segera melakukan penanganan dengan mengevakuasi material pohon yang menimpa rumah warga dan menghalangi akses jalan.
Sementara itu, proses perbaikan terhadap fasilitas dan bangunan yang terdampak masih terus berlangsung.
Menyikapi meningkatnya kejadian banjir dan angin kencang di sejumlah daerah, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Masyarakat juga diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah antisipasi dini serta rutin memantau informasi resmi terkait kondisi cuaca dan kebencanaan.
Untuk mengurangi risiko akibat angin kencang dan cuaca ekstrem, masyarakat disarankan memangkas cabang pohon yang berpotensi tumbang, memperkuat struktur bangunan rumah, serta mengikuti arahan dan instruksi dari pihak berwenang apabila diperlukan evakuasi.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]