Kendati begitu, Michael mengakui, bahwa ini juga merupakan kesalahan pihaknya yang akan dievaluasi karena harusnya disampaikan sejak awal tes. Para Polwan sedang mendapat pengarahan.
"Dari awal memang jadi evaluàsi juga bagi kami yang harusnya disampaikan sejak awal, tapi ini kesalahannya ada di operator yang salah mengimput," katanya.
Baca Juga:
Polwan Tampil Humanis di Balai Kota Medan, Dari Poster Damai Hingga Aksi Pungut Sampah
Lebih lanjut Michael menegaskan bahwa terkait adanya permasalahab tersebut dia pun menyebut bahwa dalam penerimaan anggota Polri di Polda Maluku Utara tidak ada titipan anggota Polri yang sengaja diluluskan dalam penerimaan.
"Kami juga ingin tegaskan di sini dari kami bahwa tidak ada titipan dalam seleksi anggota Polri di Polda Maluku Utara. Yang bersangkutan memang tidak lulus karena usianya sudah melebihi batas," katanya.
Sementara itu, Mabes Polri akhirnya angkat bicara terkait kasus Sulastri Irwan yang dinyatakan tidak lulus menjadi calon polwan ramai diperbincangkan.
Baca Juga:
Brimob Hingga Kapolda Bergeser, Mutasi Besar-besaran Polri Sentuh 60 Perwira
Mabes Polri mengaku memberi perhatian kepada calon wanita polisi bernama Sulastri Irwan, anak petani dari Kabupaten Kepulauan Sula, yang digugurkan Polda Maluku Utara.
Kepala Biro Jianstra SSDM Polri, Brigadir Jenderal Polisi Sandi Nurgroho menegaskan, jika pihaknya telah mendapatkan laporan terkait Sulastri tersebut.
Yakni calon siswa bintara Polri di Maluku Utara bernama Sulastri Irwan yang lulus peringkat ketiga diduga ditukarkan pihak panitia dengan peserta peringkat keempat.