WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah bakal menertibkan proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telanjur dibangun di kawasan pegunungan karena penempatan fasilitas tersebut dinilai tidak tepat.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan pemerintah menemukan sejumlah lokasi pembangunan Kopdes Merah Putih yang perlu dikoreksi, termasuk proyek yang ditempatkan di kawasan pegunungan.
Baca Juga:
Mensos Sebut Penyaluran Bansos Berpotensi Lewat Kopdes Merah Putih
"Ada di sana sini yang tidak tepat, tentu kita akan koreksi, seperti pembangunan di gunung-gunung," ujar Zulkifli Hasan dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Pria yang akrab disapa Zulhas itu menegaskan pemerintah akan melakukan penertiban terhadap proyek Kopdes Merah Putih yang diketahui dibangun di lokasi tidak sesuai.
"Ada satu, dua, atau berapa banyak, kita akan tertibkan," kata Zulhas.
Baca Juga:
Darmadi Minta Pelatihan Manajer Kopdes Merah Putih Dirombak, Fokus pada Kemampuan Bisnis
Di tengah proses evaluasi tersebut, pemerintah terus mempercepat penyelesaian pembangunan Kopdes Merah Putih di berbagai daerah agar program tersebut dapat segera beroperasi.
Zulhas mengatakan pemerintah saat ini bekerja keras merampungkan pembangunan sekaligus menjadikan Kopdes Merah Putih sebagai bagian dari infrastruktur pemerintah dan penyangga penyerapan hasil produksi.
"Mohon dukungannya agar Koperasi Desa Merah Putih ini bisa jadi infrastruktur pemerintah dan juga sebagai off-taker sebagaimana yang disampaikan Bapak Presiden tadi," ujar Zulhas.
Menurut Zulhas, sekitar 35 ribu Kopdes Merah Putih ditargetkan selesai dibangun pada akhir Agustus 2026 sehingga dapat mulai beroperasi pada September 2026.
Setelah menyelesaikan sekitar 35 ribu unit pada tahun ini, pemerintah menargetkan kembali pembangunan sekitar 30 ribu hingga 35 ribu Kopdes Merah Putih lainnya pada 2027.
Program tersebut juga mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD pada Jumat (14/8/2026).
Prabowo meyakini keberadaan Koperasi Merah Putih dapat menjadi tonggak penting bagi Indonesia karena memberikan kesempatan kepada negara untuk menguasai rantai pasok secara mandiri.
"Dengan Koperasi Merah Putih, untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia dari sejak menerima kedaulatan, untuk pertama kali negara akan menguasai rantai pasok sendiri," ungkap Prabowo.
Penguasaan rantai pasok tersebut dinilai dapat memperkuat posisi negara dalam menjaga distribusi berbagai kebutuhan masyarakat dari tingkat produksi hingga sampai ke konsumen.
Prabowo menilai kemampuan negara menguasai rantai pasok secara mandiri juga dapat memperkecil risiko terjadinya permainan harga pasokan di pasar.
Pemerintah pun akan melanjutkan pembangunan Kopdes Merah Putih sembari mengevaluasi dan menertibkan proyek yang penempatan lokasinya dinilai tidak sesuai dengan tujuan program.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]