WAHANANEWS.CO, Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skema pembekalan bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Ia menilai materi pelatihan yang diterapkan saat ini perlu diarahkan pada peningkatan kapasitas manajerial dan pengelolaan usaha, bukan menggunakan pendekatan yang menyerupai latihan militer.
Baca Juga:
DPR Dalami Penyebab 60 Ribu Calon Mahasiswa Lolos PTN Tak Daftar Ulang, UKT Jadi Sorotan
Menurut Darmadi, tugas utama seorang manajer koperasi adalah mengelola organisasi dan mengembangkan unit usaha agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Karena itu, metode pelatihan yang diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi yang akan dijalankan di lapangan.
"Kita yang dicari itu manajer, bukan tentara atau militer. Mereka tidak siap dilatih dengan metode seperti itu. Yang harus diperkuat justru kemampuan manajerialnya," ujar Darmadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Baca Juga:
Konferensi Pers Polda Jambi, Ungkap Ratusan Kasus Kriminal, Narkotika dan Tindak Pidana Khusus Selama Semester 1 2026
Ia berpandangan berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program pembekalan, termasuk bertambahnya jumlah peserta yang meninggal dunia menjadi lima orang, menunjukkan adanya aspek perencanaan yang perlu dievaluasi secara serius.
Menurutnya, proses perekrutan calon manajer dalam jumlah besar yang dilakukan dalam waktu singkat membuat sejumlah tahapan persiapan belum berjalan secara optimal.
"Permasalahan itu timbul karena tidak well-planning. Perekrutan puluhan ribu manajer dilakukan dalam waktu singkat, sehingga tentu ada dampaknya dan harus menjadi bahan evaluasi," katanya.