WAHANANEWS.CO, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto meminta pemerintah tidak hanya menjadikan peningkatan jumlah penerima manfaat sebagai ukuran keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menilai aspek keamanan pangan dan ketepatan sasaran harus mendapat perhatian yang sama besar agar program tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap persoalan malnutrisi dan stunting di Indonesia.
Baca Juga:
Ratusan Siswa di Berastagi Diduga Keracunan MBG, Gejala dari Gatal hingga Sesak Napas
Edy menekankan, berbagai kasus keracunan yang muncul dalam pelaksanaan program MBG perlu menjadi evaluasi menyeluruh bagi Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurutnya, evaluasi tersebut terutama diperlukan untuk memperbaiki tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan memenuhi standar keamanan dan mutu pangan.
“MBG memang secara kuantitas ini memang menjadi prioritas pemerintah. Tetapi bahwa soal keamanan pangan itu keselamatan pangan menjadi sangat penting. Sehingga kasus-kasus keracunan yang terjadi ini menjadi evaluasi paling penting.Itu terkait dengan tata kelola SBPG yang memang dari awal kurang memperhatikan standar keamanan mutu pangan. Pengolahan dapur yang dulu tanpa SLAS, apalagi HACCP,” ujar Edy
Baca Juga:
Ada Dugaan Keracunan MBG Lagi di Berastagi, Sudaryono Angkat Suara
Ia menjelaskan bahwa pembenahan pengelolaan SPPG tidak hanya berkaitan dengan proses memasak makanan.
Sejumlah aspek lain, seperti pemenuhan standar keamanan pangan, kualitas bahan makanan, kapasitas dapur, ketersediaan tenaga yang berpengalaman, hingga jarak distribusi dari SPPG menuju penerima manfaat, menurutnya perlu diperhatikan secara serius.
Hal itu menjadi penting karena makanan yang disediakan melalui program MBG diperuntukkan bagi kelompok penerima manfaat, termasuk anak-anak.