"Jadi saya tanggapin, kita berikan mereka untuk memberikan sampel dulu, contohnya seperti apa, baru mungkin nanti bisa kita usulkan ke pemerintah. Dan saya tadi bilang sama teman-teman Karang Taruna itu, untuk biaya awal pembangunan sumur saya tanggung pribadi. Biar jadi percontohan dulu, kalau memang berhasil baru kita usulkan ke pemerintah untuk dibangun, digalakkan jadi di masing-masing rumah masyarakat," ujar Yudha usai melakukan pertemuan.
Menurut Yudha, keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi elemen penting dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan perkotaan.
Baca Juga:
PLN Salurkan Bantuan Sanitasi, Dukung Pembangunan 12 Sumur Resapan di Jakarta Selatan
Ia menilai inovasi yang muncul dari warga perlu mendapat ruang dan dukungan agar dapat berkembang menjadi program yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Selain mendukung pembangunan infrastruktur pengendali banjir melalui sumur resapan, legislator Fraksi Golkar tersebut juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palembang yang berupaya membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Salah satu kebijakan yang mendapat perhatian adalah penerapan sanksi tegas bagi pelaku pembuangan sampah sembarangan yang berpotensi menyumbat drainase dan memperparah banjir.
Baca Juga:
Pemkot Jaksel Keruk Lumpur dan Bangun Sumur Resapan di Tebet
Menurutnya, penegakan aturan yang konsisten dapat menjadi instrumen penting dalam mengubah perilaku masyarakat sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih dan tertata.
"Saya dengar juga dari pemerintah kota Palembang, sudah memperlakukan perda ya, denda untuk yang buang sampah itu cukup tinggi ya, 500 ribu, ya mungkin bisa memberikan efek cerah, dan akhirnya budaya membuang sampah yang sembarangan itu bisa berkurang atau hilang," tambahnya.
Lebih lanjut, Yudha juga menyoroti tantangan yang dihadapi wakil rakyat dari Sumatera Selatan dalam memperjuangkan berbagai kebutuhan pembangunan daerah di tingkat pusat.