Pada sektor gerakan tanah, posko mencatat sebanyak 82 kejadian yang tersebar di 17 provinsi.
Ketua Posko Nasional Sektor ESDM, Erika Retnowati, menjelaskan bahwa upaya mitigasi sejak dini melalui pemetaan wilayah rawan dan langkah antisipatif berhasil meminimalkan risiko gangguan distribusi energi.
Baca Juga:
PLN Optimalkan Pengamanan Listrik Nataru, 69 Ribu Personel Disiagakan 24 Jam
“Alhamdulillah seluruh aktivitas gempa bumi, gunung api, dan gerakan tanah tidak berdampak terhadap pasokan maupun kelancaran penyaluran energi baik BBM, Gas, maupun listrik,” ujar Erika.
Sementara itu, dari aspek seismik, selama periode 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 tercatat 10 kejadian gempa bumi dengan kekuatan di atas magnitudo 5,0 serta 46 gempa dengan magnitudo di bawah 5,0 yang dirasakan masyarakat.
Salah satu peristiwa yang menonjol adalah gempa merusak di wilayah Agam, Sumatera Barat, pada 28 Desember 2025.
Baca Juga:
Tinjau Distribusi BBM dan Listrik, Kementerian ESDM Jamin Ketersediaan Energi di Sumatra
Berkat respons cepat dan sinergi lintas lembaga, potensi dampak lanjutan seperti tsunami dapat diantisipasi, serta kerusakan pada infrastruktur energi berhasil ditekan.
Yudhiawan juga menyampaikan apresiasi atas kecepatan pengumpulan data serta solidnya koordinasi tim geologi di lapangan.
“Pelaksanaan upaya antisipasi bencana geologi sudah dimitigasi, yaitu baik itu gunung api, gerakan tanah, dan kemudian gempa bumi, termitigasi dengan baik dan semuanya berjalan berkat kerja keras kita semua,” jelasnya.