Ia mengatakan petugas menjadi pihak pertama yang berinteraksi dengan para delegasi sejak kedatangan mereka di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
"Pelayanan yang sopan, komunikasi yang baik, dan penghormatan terhadap keberagaman menjadi bagian dari tugas kami," kata Herry.
Baca Juga:
Suasana Khidmat: Merayakan 50 Tahun Gereja St Pius X
Selain ancaman fisik, lanjut Herry, tim pengamanan juga mengantisipasi berbagai potensi risiko yang berkembang di ruang digital. Untuk itu, diterapkan mekanisme pertukaran informasi secara cepat, koordinasi lintas instansi, serta langkah antisipatif guna mencegah gangguan sebelum berkembang.
Persiapan pengamanan dilakukan sejak awal melalui pemetaan tingkat kerawanan, penyusunan strategi mitigasi, hingga rencana kontinjensi untuk seluruh agenda sidang maupun pengamanan tamu VIP.
Gunung menambahkan, kelancaran penyelenggaraan Sidang Pleno XII FABC merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah, pengelola kawasan Bandara Soekarno-Hatta, panitia FABC, Ordinariatus Castrensis Indonesia, hingga seluruh unsur pendukung lainnya.
Baca Juga:
Paus Fransiskus Wafat, Gelombang Duka dan Doa Terus Mengalir di Jakarta
Ia berharap model pengamanan yang mengutamakan deteksi dini, koordinasi, dan pelayanan humanis tersebut dapat menjadi acuan dalam pengamanan berbagai kegiatan internasional di Indonesia.