Ia menyebut banjir yang melanda tiga provinsi Sumatra terjadi di enam DAS utama yang meliputi DAS Krueng Geukuh, DAS Krueng Pasee, dan DAS Krueng Keureto, disusul sejumlah DAS lain yang berada di wilayah Sumatra Utara seperti DAS Kolang, DAS Sibuluan, DAS Aek Pandan, DAS Badiri, dan DAS Garoga, serta sederet DAS di Sumatra Barat seperti DAS Anai, Antokan, Banda Gadang, Masang Kanan, Masang Kir, dan Ulakan Tapis.
Rohmat menegaskan bahwa Kemenhut akan memperkuat langkah pengelolaan DAS secara menyeluruh sebagai respons terhadap peningkatan kejadian banjir dan menjadikannya agenda jangka panjang untuk memperbaiki tata kelola bentang alam pada aspek hulu.
Baca Juga:
BPBD DKI: Penanganan Bencana Jabodetabekjur Harus Berkesinambungan dalam Satu DAS
Ia menambahkan bahwa Kemenhut akan melaksanakan revegetasi di sempadan sungai dan lereng curam guna meningkatkan stabilitas lahan, sebuah upaya yang diharapkan mampu menekan potensi longsor serta kerusakan lahan yang terjadi saat banjir besar melanda kawasan hilir.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.