๐ช๐๐๐๐ก๐๐ก๐๐ช๐ฆ.๐๐ข, ๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ฟ๐๐ฎ - Dugaan akses khusus dalam pengaturan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG menyeret nama Sony Sonjaya ke pusaran polemik baru kasus Makan Bergizi Gratis.
Sony Sonjaya akhirnya memberikan klarifikasi setelah dituding memberi perlakuan istimewa kepada tersangka berinisial AYS dalam proses penentuan titik SPPG.
Baca Juga:
Polemik BEM Bersatu Meledak, Humas Unpam Tegaskan Kampus Tak Punya BEM
Melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti, Sony membantah tegas tudingan tersebut dan menyatakan tidak pernah memberikan akses khusus kepada AYS maupun pihak lain.
Sony menegaskan seluruh proses usulan titik SPPG tetap berjalan melalui mekanisme yang berlaku dan melibatkan tim verifikator yang berwenang.
Klarifikasi itu disampaikan untuk merespons spekulasi yang berkembang di masyarakat dan media sosial terkait dugaan pengaturan titik SPPG dalam program MBG.
Baca Juga:
Bikin Penasaran, Mbappe Ganti Selebrasi Ikonik dengan Gaya Tiup Seruling
Menurut Sony, informasi yang beredar telah menimbulkan kesalahpahaman sehingga perlu diluruskan agar tidak membentuk persepsi keliru di publik.
Ia juga menyatakan siap memberikan keterangan tambahan apabila diperlukan untuk memperjelas duduk perkara yang sebenarnya.
Isu pengaturan titik SPPG menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan program strategis pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat.
Munculnya nama AYS dalam polemik tersebut memicu pertanyaan publik mengenai proses penentuan lokasi dapur dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
Seperti diketahui, Sony Sonjaya merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Dalam perkara tersebut, Sony membantah tudingan bahwa dirinya memberikan akses khusus kepada AYS untuk mengatur titik-titik SPPG.
Krisna Murti menyebut seluruh usulan titik SPPG yang dibawa AYS tetap melalui Sony dan tidak langsung masuk ke sistem secara bebas.
โSaya tanyakan ke Pak Sony, โPak itu ada Asep sudah ditahan kejaksaan terkait dengan yang disampaikan Kejagungโ. Beliau bilang, โSaya tidak pernah memberikan akses itu kepada Asep. Asep tetap memasukkan melalui saya dan saya men-share ke tim verifikator sayaโ,โ kata Krisna spada wartawan, Selasa (16/6/2026).
Pernyataan Krisna itu sekaligus merespons keterangan Kejaksaan Agung yang sebelumnya menyebut AYS memperoleh akses khusus untuk mengatur titik-titik SPPG meski portal pendaftaran mitra telah ditutup.
Menurut Krisna, berdasarkan penjelasan kliennya, pergantian titik SPPG yang dilakukan AYS berkaitan dengan dapur-dapur yang sudah melewati batas waktu pembangunan selama 100 hari tetapi tidak menunjukkan perkembangan berarti.
Ia menjelaskan bahwa setelah suatu dapur dinyatakan aktif dalam sistem, pengelola diberi waktu sampai 100 hari untuk menyelesaikan pembangunan, pengadaan peralatan, hingga serah terima fasilitas.
โKetika dapur sudah 100 hari kemudian dia belum juga membangun masih diberikan kesempatan kalau itu ada progres dengan bukti progres misal mengirim foto bahan bangunan atau apa. Tapi kalau tidak juga dari 100 hari itu, dapur itu secara otomatis bisa didelet atau diganti,โ jelasnya.
Krisna menyebut mekanisme penggantian titik itu terjadi karena ada dapur yang tidak memperlihatkan progres setelah melewati batas waktu yang diberikan.
Menurut dia, AYS kemudian menawarkan calon pengganti untuk titik-titik SPPG yang dianggap tidak menunjukkan perkembangan.
โNah Pak Asep memasukkan dapur-dapur yang sudah 100 hari itu, yang tidak berprogres diganti oleh pak Asep. โPak itu udah 100 hari tuh Pak, ganti aja Pak saya carikan yaโ dicarikanlah oleh Pak Asep,โ beber Krisna.
Krisna menegaskan Sony tidak mengetahui apabila AYS memiliki kesepakatan bisnis tertentu dengan yayasan atau pihak lain yang dibantunya memperoleh titik SPPG.
Ia juga membantah tuduhan bahwa Sony menerima keuntungan pribadi dari aktivitas tersebut.
โTerkait Asep ada deal dengan yayasan atau orang-orang yang telah dibantunya, Pak Sony tidak tahu. Pak Sony bilang dia tidak pernah menerima apa pun dengan Asep, hanya sekadar perkawanan saja,โ ujar Krisna.
Menurut Krisna, AYS sebenarnya telah memiliki penunjukan titik SPPG sejak sebelum sistem portal pendaftaran mitra diberlakukan.
Karena itu, Sony disebut menganggap keterlibatan AYS hanya sebatas membantu percepatan penyediaan dapur MBG sesuai target program yang diinginkan pemerintah.
Saat ditanya mengenai kemungkinan AYS memiliki akses langsung ke sistem informasi SPPG, Krisna menyebut Sony kembali membantah hal tersebut.
โMenurut Pak Sony, dia tidak pernah memberi akses langsung kepada Asep maupun ke tim verifikator. Tetap melalui Pak Sony,โ ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan bahwa AYS diduga memperoleh akses untuk mengatur titik-titik SPPG meski portal pendaftaran mitra telah ditutup.
Menurut penyidik, setelah mengatur titik-titik tersebut, AYS diduga memberikan sejumlah uang kepada Sony Sonjaya.
Kejaksaan Agung saat ini masih mendalami peran masing-masing tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola program MBG.
Pendalaman itu juga mencakup penilaian apakah Sony dapat dikategorikan sebagai pelaku utama atau memenuhi syarat untuk memperoleh status justice collaborator.
[๐ฅ๐ฒ๐ฑ๐ฎ๐ธ๐๐๐ฟ: ๐๐น๐๐๐ฎ ๐ง๐ฟ๐ถ ๐๐ต๐ฎ๐ฑ๐ฑ๐ถ๐ป๐ถ]