WAHANANEWS.CO, Jakarta - El Nino telah mencapai level kuat dan membuat sebagian besar Indonesia menghadapi kondisi kering, tetapi hujan lebat ternyata masih mengguyur sejumlah daerah akibat dinamika atmosfer yang tetap mendukung pembentukan awan secara lokal.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hujan lebat hingga sangat lebat masih terjadi secara lokal di sejumlah wilayah di akhir Juli 2026.
Baca Juga:
Gempa Dahsyat M 7,1 Hantam Jepang, Mal Meledak dan Ratusan Ribu Warga Mengungsi
Curah hujan tertinggi tercatat di Sumatera Barat dengan intensitas mencapai 126 milimeter per hari.
Kepulauan Riau juga mengalami hujan dengan curah 97 milimeter per hari, sedangkan Aceh mencapai 83,5 milimeter per hari.
Hujan turut terjadi di Jawa Barat dengan curah 53,4 milimeter per hari dan Sumatera Utara sebesar 52,6 milimeter per hari.
Baca Juga:
El Nino Kuat Mengancam, BMKG Tetapkan 6 Provinsi Rawan Kebakaran Hutan
Kondisi tersebut terjadi di tengah menguatnya El Nino yang secara umum memberikan pengaruh terhadap penurunan curah hujan di Indonesia.
BMKG menjelaskan hujan yang masih muncul antara lain dipengaruhi aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial di sebagian wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah.
Anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif pada periode yang sama turut mengindikasikan adanya peningkatan tutupan awan yang mendukung pembentukan awan hujan.