Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi yang menyebabkan korban jiwa dan puluhan orang terluka.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban. Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif," ujar Budi.
Baca Juga:
Kisah Pilu Arinjani, Dicari Semalaman hingga Ditemukan Jadi Korban Kecelakaan KA
Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (27/4/2026), ketika sebuah taksi online mengalami gangguan dan berhenti di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur, sehingga menghambat laju KRL yang melintas.
Tidak lama kemudian, rangkaian KRL yang sempat berhenti itu ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya Pasar Turi hingga menyebabkan benturan keras dan kerusakan parah.
Kecelakaan tersebut menimbulkan korban jiwa serta puluhan korban luka-luka.
Baca Juga:
Kenapa Gerbong Wanita di Ujung Kereta? Sorotan Usai Kecelakaan Maut Bekasi
Data per pukul 11.00 WIB mencatat total korban mencapai 106 orang, dengan 90 orang mengalami luka-luka, sebanyak 44 orang telah diperbolehkan pulang, 46 orang masih menjalani perawatan, dan korban meninggal dunia bertambah menjadi 16 orang.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.