Menurutnya, langkah itu sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia yang mengedepankan perdamaian dunia, kemerdekaan, dan keadilan sosial.
Selain itu, Deng Ical mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama komunitas internasional agar segera mengambil inisiatif memfasilitasi perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran guna mencegah meluasnya konflik bersenjata.
Baca Juga:
Judi Online Kian Mengkhawatirkan, Komisi I DPR Minta Ekosistemnya Diputus Total
"Indonesia bersama PBB dan negara-negara sahabat harus mengajak Amerika Serikat dan Iran duduk bersama di meja perundingan. Gencatan senjata harus segera diwujudkan agar tidak semakin banyak korban berjatuhan," ujarnya.
Sebagai anggota Komisi I DPR RI yang membidangi urusan luar negeri dan pertahanan, Deng Ical menilai konflik bersenjata tidak hanya memberikan dampak langsung kepada negara-negara yang terlibat, tetapi juga membawa konsekuensi serius terhadap masyarakat internasional. Menurutnya, korban terbesar dalam perang hampir selalu berasal dari kalangan sipil.
"Rakyat sipil selalu menjadi pihak yang paling menderita. Selain korban jiwa, konflik ini akan memicu krisis kemanusiaan, mengganggu stabilitas kawasan, serta meningkatkan ketidakpastian global," tegasnya.
Baca Juga:
Cindy Monica Desak Pengusutan Transparan Kasus Tewasnya Petani di Area Perkebunan Agrinas Palma Nusantara
Ia juga mengingatkan bahwa konflik terbuka antara Amerika Serikat dan Iran dapat memperburuk dinamika geopolitik dunia.
Dampaknya diperkirakan akan merembet ke sektor ekonomi global, mulai dari terganggunya rantai pasok internasional, kenaikan harga energi, hingga meningkatnya tekanan terhadap perekonomian berbagai negara, termasuk Indonesia.
Karena itu, Deng Ical berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog dan menahan diri demi menghindari eskalasi yang semakin luas.