Tidak hanya permukiman warga, sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan, di antaranya enam unit fasilitas pendidikan serta masing-masing satu unit fasilitas kesehatan, tempat ibadah, bendungan, dan jembatan.
BPBD Kabupaten Tegal hingga kini masih melakukan asesmen lanjutan dan penanganan darurat, termasuk mengaktifkan pos komando dan pos pengungsian sejak hari kejadian.
Baca Juga:
Penanganan Bencana Terus Berlanjut, BNPB Targetkan Huntara Rampung Sebelum Ramadan
Berdasarkan hasil analisis sementara, potensi terjadinya gerakan tanah susulan di wilayah tersebut masih tergolong tinggi sehingga masyarakat diminta tetap waspada.
Fenomena serupa juga terjadi di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Gerakan tanah atau tanah longsor dilaporkan menimpa kawasan penambangan timah rakyat Pondi di Desa Pemali, Kecamatan Pemali, pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Baca Juga:
BNPB Pantau Serangkaian Bencana di Berbagai Daerah, Banjir dan Longsor Dominasi Awal Februari 2026
Fenomena tanah bergerak terjadi di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah.
BPBD setempat melaporkan tiga orang meninggal dunia akibat kejadian tersebut, sementara empat orang lainnya masih dalam proses pencarian.
Hingga Selasa (3/2/2026), tim SAR gabungan terus melanjutkan operasi pencarian dengan dukungan tiga unit alat berat ekskavator.