WahanaNews.co | Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Australia, Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati, bersama jajarannya, berpartisipasi dalam Indonesia Update ke-39 yang diselenggarakan oleh Australian National University (ANU) Indonesia Project.
ANU merupakan salah satu partner pemerintah Indonesia dalam membahas berbagai kebijakan publik dan fiskal berbasis riset.
Baca Juga:
Blak-blakan, Sri Mulyani dan Airlangga Buka Suara Tanggapi Isu Mundur dari Kabinet
Dalam Indonesia Update, Ani --sapaan akrabnya-- membahas tentang sumber daya manusia (SDM), kesetaraan gender, dan kebijakan fiskal.
Sejumlah aspek tersebut penting dalam mewujudkan visi Indonesia menjadi negara maju pada 2045.
"Indonesia perlu memfokuskan kebijakannya untuk mendorong 4 pilar kebijakan. Salah satunya, pembangunan SDM, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," ujar salah seorang anggota setia kabinet pemerintahan Presiden Jokowi ini, dalam keterangannya, Rabu (21/9/2022).
Baca Juga:
Dua Menteri Ekonomi Dikabarkan Bakal Lengser, Investor Tunggu Langkah Prabowo
Pilar lainnya yang turut menopang visi Indonesia adalah pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola kepemerintahan.
Untuk SDM, terdapat tiga area utama kebijakan, yaitu kesehatan, pendidikan dan perlindungan sosial.
Di bidang kesehatan, kebijakan utamanya adalah memperkuat kebijakan preventif dan promotif, mendorong kemandirian industri kesehatan, serta memperkuat jaminan sosial.