Secara spesifik, Menkeu membahas capaian pemerintah Indonesia yang cukup menggembirakan dalam membangun sistem kesehatan.
Mulai dari Program Keluarga Berencana hingga program terkini Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang dibentuk pada 2014 dan masih terus ditingkatkan kualitasnya.
Baca Juga:
Blak-blakan, Sri Mulyani dan Airlangga Buka Suara Tanggapi Isu Mundur dari Kabinet
Keluarga Berencana memberi manfaat pada keluarga, wanita dan masyarakat.
Sementara itu, JKN hingga saat ini telah mencakup 236,8 juta jiwa atau sekitar 86,5% populasi dan terus ditingkatkan, untuk menjadi jaminan kesehatan universal dengan cakupan 100% populasi.
Di bidang pendidikan, pemerintah fokus memperkuat prasekolah, pembangunan infrastruktur pendidikan, akses inklusif terhadap pendidikan dan peningkatan kualitas pendidik.
Baca Juga:
Dua Menteri Ekonomi Dikabarkan Bakal Lengser, Investor Tunggu Langkah Prabowo
"Saya gamblang menyebutkan kebijakan prioritas mulai dari program wajib belajar, LPDP, program Merdeka Belajar, link and match program vokasi, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), serta inovasi pemberian subsidi langsung melalui Program Indonesia Pintar (PIP)," jelas Bendahara Negara ini.
LPDP yang dikelola Kemenkeu telah menjangkau hingga 32.842 penerima beasiswa dengan 52,4% penerima merupakan perempuan.
Sedangkan di bidang perlindungan sosial, pemerintah fokus meningkatkan jaminan sosial sepanjang hayat serta perlindungan sosial yang adaptif.