WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah memastikan sistem tol nirsentuh Multi Lane Free Flow (MLFF) belum siap diuji secara luas dan masih tertahan di tahap awal pengujian fungsi dasar, Jumat (17/4/2026).
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian menegaskan bahwa implementasi MLFF bukan sekadar pemasangan teknologi baru, melainkan perubahan menyeluruh pada sistem layanan jalan tol nasional yang harus dilakukan secara bertahap.
Baca Juga:
Menteri PUPR: Sistem Tol MLFF Mulai Diterapkan Bertahap Akhir 2024
"Implementasi MLFF tidak bisa hanya dilihat sebagai penerapan teknologi, tetapi merupakan transformasi sistem secara menyeluruh, karena itu setiap tahapan harus dilakukan secara hati-hati agar sistem berjalan optimal dan tidak menimbulkan risiko di lapangan," ujar Wilan dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).
Saat ini, pemerintah masih berada pada fase pra-uji coba yang difokuskan pada pengujian fungsi dasar atau functional test guna memastikan kesiapan awal sistem sebelum masuk ke tahap berikutnya.
"Saat ini kami masih berada pada tahap pra-uji coba yang mencakup functional test, tahapan ini penting untuk memastikan kesiapan sistem sebelum masuk ke fase uji coba dan evaluasi secara menyeluruh," jelasnya.
Baca Juga:
Pemerintah Resmi Atur Sistem Pembayaran Tol Nirsentuh Tanpa Setop
Selain aspek teknologi, pemerintah juga menyoroti tantangan dari sisi pengguna yang dinilai belum sepenuhnya siap dalam mengadopsi sistem baru meskipun tingkat penggunaan smartphone di masyarakat cukup tinggi.
Masih terdapat kendala terkait literasi digital hingga tingkat kepatuhan pengguna yang menjadi perhatian dalam proses implementasi MLFF ke depan.
Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat kesiapan ekosistem pendukung melalui koordinasi dengan badan usaha jalan tol dan berbagai pemangku kepentingan agar integrasi sistem dapat berjalan lancar.
Fokus utama juga mencakup penguatan regulasi, perlindungan keamanan data, serta kesiapan operasional yang menjadi fondasi penting sebelum sistem diterapkan secara luas.
Pemerintah menilai keberhasilan MLFF tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi semata, tetapi juga pada sinergi antara sistem, pengguna, dan ekosistem secara keseluruhan.
Pendekatan bertahap dipilih agar implementasi di lapangan tidak menimbulkan gangguan serta dapat berjalan optimal sesuai harapan.
Jika seluruh tahapan dapat dilalui dengan baik, sistem MLFF diharapkan mampu meningkatkan kelancaran lalu lintas, mempercepat waktu tempuh, dan mendorong efisiensi layanan jalan tol secara berkelanjutan.
"Adopsi sistem baru membutuhkan kesiapan perilaku, oleh karena itu perlu disiapkan proses adaptasi dan sosialisasi agar masyarakat dapat menggunakan sistem ini dengan baik," ujar Wilan.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]