WAHANANEWS.CO - Pembangunan berkelanjutan dinilai mustahil tercapai tanpa menjadikan keluarga sebagai ruang aman bagi perempuan.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat yang akrab disapa Rerie mendorong penguatan peran keluarga sebagai lingkungan yang aman dan mendukung perempuan.
Baca Juga:
Insiden Memalukan di Meksiko City, Presiden Claudia Sheinbaum Jadi Korban Pelecehan
Menurut Rerie, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan proses pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia.
"Perempuan memiliki peran krusial dalam proses pembangunan, merealisasikan keluarga sebagai ruang aman bagi perempuan merupakan langkah strategis yang harus diwujudkan," kata Rerie dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/1/2026).
Dorongan tersebut sejalan dengan rekomendasi yang disampaikan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan atau Komnas Perempuan kepada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Baca Juga:
10 Negara Paling Aman dan Ramah untuk Perempuan: Singapura Masuk, RI Masih di Bawah
Rekomendasi itu disampaikan Komnas Perempuan pada Rabu (21/1/2026).
Dalam rekomendasinya, Komnas Perempuan mencatat terdapat 18 isu krusial perempuan dalam keluarga.
Isu-isu tersebut dikelompokkan ke dalam empat klaster utama.
Empat klaster tersebut meliputi isu struktural, dampak kekerasan yang mengancam kematian, kerentanan perempuan masyarakat adat dan agama, serta pemiskinan perempuan dalam keluarga.
Rerie menilai berbagai isu krusial yang dihadapi perempuan dalam keluarga berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap keberlanjutan proses pembangunan nasional.
Oleh karena itu, Rerie menegaskan bahwa isu-isu tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak terkait untuk segera diatasi.
Ia berpandangan bahwa berbagai upaya perlindungan serta pemenuhan hak-hak dasar perempuan perlu segera direalisasikan secara nyata.
Rerie berharap pemenuhan hak-hak perempuan dapat mendorong peningkatan partisipasi perempuan di berbagai sektor pembangunan.
Peningkatan partisipasi perempuan tersebut diyakini mampu mengakselerasi kemajuan bangsa secara menyeluruh.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]