WAHANANEWS.CO, Jakarta - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI, Donny Ermawan Taufanto, memimpin langsung prosesi penghormatan dan pelepasan jenazah almarhum Juwono Sudarsono pada Minggu (29/3/2026) di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta.
Prosesi ini menjadi bentuk penghormatan terakhir negara kepada sosok yang dinilai berjasa besar dalam pembangunan sektor pertahanan nasional.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Resmikan 218 Jembatan di Berbagai Wilayah, Menhan Turut Mendampingi
Jenazah almarhum sebelumnya disemayamkan di Ruang Hening Kemhan. Tempat tersebut dipilih sebagai simbol penghormatan mendalam bagi tokoh bangsa yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam perjalanan sejarah pertahanan Indonesia.
Sejumlah pejabat tinggi negara, tokoh nasional, serta kerabat dekat tampak hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Rangkaian upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib. Prosesi diawali dengan laporan perwira upacara kepada Inspektur Upacara, kemudian dilanjutkan dengan penghormatan kepada jenazah.
Baca Juga:
Marinir Gembleng 2.000 ASN Jadi Komcad, Materi Senjata hingga Bela Negara Disiapkan
Selanjutnya dilakukan penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada pemerintah sebagai bentuk tanggung jawab negara atas jasa almarhum.
Upacara kemudian ditutup dengan pelepasan jenazah yang diiringi penghormatan militer, sebagai simbol penghargaan atas pengabdian panjang almarhum kepada bangsa dan negara.
Pada kesempatan tersebut, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, turut hadir dan menyampaikan duka cita yang mendalam.
Ia juga mengenang almarhum sebagai sosok pemikir yang cemerlang, khususnya dalam bidang pertahanan dan hubungan internasional.
SBY menilai Juwono Sudarsono memiliki peran besar dalam menjembatani perspektif sipil dan militer, serta berkontribusi dalam modernisasi sistem pertahanan nasional dan penguatan diplomasi Indonesia di kancah global.
Semasa hidupnya, Juwono Sudarsono dikenal sebagai tokoh sipil pertama yang dipercaya menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Ia juga merupakan akademisi terkemuka di bidang hubungan internasional dengan rekam jejak pendidikan yang gemilang.
Lahir di Ciamis, Jawa Barat, almarhum menempuh pendidikan di sejumlah institusi ternama dunia, seperti Universitas Indonesia, University of California Berkeley, hingga London School of Economics.
Kariernya di pemerintahan terbilang panjang dan penuh dedikasi. Selain menjabat sebagai Menteri Pertahanan sebanyak dua kali, almarhum juga pernah mengemban amanah sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris.
Berbagai kontribusinya dinilai penting, terutama dalam mendorong profesionalisme TNI serta memperkuat supremasi sipil dalam sistem pertahanan negara.
Setelah prosesi pelepasan di Kementerian Pertahanan, jenazah almarhum kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Upacara pemakaman dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan selaku Inspektur Upacara dan dihadiri oleh jajaran pejabat negara, tokoh nasional, serta keluarga besar almarhum.
Kehadiran mereka menjadi bukti penghormatan dan penghargaan negara atas jasa serta pengabdian almarhum kepada Indonesia.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]