WAHANANEWS.CO - Menentukan waktu olahraga yang tepat ternyata bisa membantu menurunkan gula darah lebih efektif, terutama bagi penderita diabetes yang ingin menjaga kadar glukosa tetap stabil setelah makan.
Olahraga tidak hanya membantu mengontrol gula darah, tetapi juga meningkatkan sensitivitas insulin serta mendukung penurunan berat badan jika dilakukan secara rutin dan pada waktu yang sesuai.
Baca Juga:
Wagub Babel Hellyana Divonis 4 Bulan Penjara dan Langsung Ditahan
Menurut penjelasan dari The George Washington University Hospital, olahraga paling efektif untuk membantu menurunkan kadar gula darah apabila dilakukan setelah makan.
Fokus utamanya bukan pada jam tertentu, melainkan melakukan aktivitas fisik sesaat setelah makan guna mengelola lonjakan gula darah yang biasanya terjadi pascamakan.
Saat tubuh bergerak, otot akan langsung menggunakan glukosa dalam darah sebagai sumber energi sehingga kadar gula darah dapat lebih cepat terkendali.
Baca Juga:
DPR: Ucapan Prabowo soal Dolar Bukan untuk Dibaca Secara Harfiah
Mengutip Cleveland Clinic, olahraga idealnya dilakukan lima hari dalam seminggu, terutama setelah makan, baik bagi penderita diabetes tipe 1 maupun tipe 2.
Tujuan utama olahraga tersebut adalah menjaga kadar gula darah tetap berada di bawah 180 mg/dl dalam dua jam setelah makan.
Kadar glukosa darah umumnya mencapai puncak sekitar 90 menit setelah makan sehingga penderita diabetes disarankan memantau gula darah sebelum, selama, dan setelah berolahraga.
Selain memperhatikan waktu olahraga, pemilihan jenis olahraga juga penting untuk membantu mengontrol gula darah secara optimal.
Berikut beberapa jenis olahraga yang direkomendasikan untuk membantu menurunkan gula darah:
Aerobik
Aktivitas aerobik seperti jalan cepat, berenang, bersepeda, dan lari dinilai efektif meningkatkan kesehatan jantung sekaligus membantu menurunkan gula darah.
Olahraga aerobik yang dilakukan rutin juga membantu memperbaiki aliran darah, mengurangi resistansi insulin, dan mendukung pengelolaan berat badan jangka panjang.
Latihan beban
Latihan kekuatan menggunakan beban, resistance band, atau berat tubuh sendiri membantu meningkatkan massa otot.
Semakin banyak massa otot, semakin besar kemampuan tubuh mengambil glukosa dari darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.
Latihan kekuatan disarankan dilakukan minimal dua hingga tiga kali dalam seminggu.
Yoga dan stretching
Yoga dan stretching membantu mengurangi stres serta meningkatkan relaksasi tubuh.
Aktivitas ini dapat membantu menurunkan hormon stres seperti kortisol yang berpengaruh terhadap kestabilan gula darah.
Selain baik untuk menjaga kadar gula darah, yoga juga membantu mendukung kesehatan mental secara keseluruhan.
Meski olahraga setelah makan disebut paling efektif untuk mengontrol gula darah, aktivitas fisik pada waktu kapan pun tetap memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.
Bagi orang yang memiliki jadwal padat, olahraga pagi juga tetap menjadi pilihan baik agar tubuh tetap aktif setiap hari.
Selain olahraga, menjaga pola makan sehat, tidur cukup, dan mengelola stres juga menjadi bagian penting dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]