WAHANANEWS.CO - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim membatalkan rencana serangan baru terhadap Iran setelah dibujuk negara-negara Teluk, di tengah berlangsungnya negosiasi yang disebutnya serius serta meningkatnya penolakan publik AS terhadap perang.
Dalam unggahan di Truth Social pada Selasa (19/5/2026), Trump menyebut Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab meminta dirinya tidak melancarkan serangan baru terhadap Iran karena peluang tercapainya kesepakatan dinilai semakin besar.
Baca Juga:
Cuma 10 Detik, Maling Pecah Kaca Mobil di Banyuwangi Gasak Rp 300 Juta
Trump mengatakan dirinya diberi tahu bahwa sebuah kesepakatan yang "sangat dapat diterima" oleh Amerika Serikat akan segera tercapai.
"TIDAK ADA SENJATA NUKLIR UNTUK IRAN!" tulis Trump.
Meski membatalkan serangan, Trump tetap memperingatkan Amerika Serikat siap kembali melancarkan serangan penuh terhadap Iran apabila negosiasi gagal menghasilkan kesepakatan yang sesuai keinginan Washington.
Baca Juga:
Noel Protes Tuntutan Kasus K3, Singgung Terdakwa dengan Kerugian Lebih Besar
Ancaman terhadap Iran bukan kali pertama dilontarkan Trump, sebab pada Maret lalu ia juga sempat mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran apabila Teheran tidak membuka Selat Hormuz, namun ancaman tersebut berujung pada gencatan senjata.
Di sisi lain, seorang komandan militer senior Iran memperingatkan agar Amerika Serikat tidak kembali melakukan "kesalahan strategis dan salah perhitungan".
Pernyataan terbaru Trump muncul ketika dukungan publik terhadap dirinya terus menurun dan perang melawan Iran semakin tidak mendapat dukungan di dalam negeri Amerika Serikat.