“Bentuk komunikasi dengan IFSC terkait keputusan ini telah berjalan intens dan semua pihak saling memahami,” katanya.
Meski tidak menjadi tuan rumah pada 2026, FPTI tetap membuka peluang untuk kembali mengajukan diri di tahun berikutnya.
Baca Juga:
Pemko Binjai Gelar Apel Akbar Hari Santri Nasional Tahun 2025 Tingkat Provinsi Sumatera Utara
Secara kebijakan, tidak ada kendala dari federasi internasional, dan dinamika dalam proses bidding World Cup dipandang sebagai hal yang lazim dalam kalender olahraga global.
“Tim Indonesia, terutama untuk nomor lead dan speed. Akan tetap ambil bagian di semua seri yang diagendakan pada 2026,” ujar Pristiawan.
Terkait polemik kejuaraan dunia senam 2025, Buntoro menyampaikan bahwa International Federation of Sport Climbing (IFSC) menyerahkan sepenuhnya kebijakan politik kepada negara penyelenggara, sebagaimana pernah diterapkan pada penyelenggaraan sebelumnya di Bali.
Baca Juga:
Ajang Paragliding Internasional Digelar di Sumedang, 120 Pilot Siap Unjuk Kebolehan
Dana yang semula dialokasikan untuk kebutuhan bidding dan hosting fee akan dialihkan guna memperkuat program pembinaan atlet, salah satunya dengan memperbanyak training camp di luar negeri.
“Resource akan didorong bersama Kemenpora untuk memperkuat persiapan menjelang Asian Games dan target utama di Olimpiade LA 2028,” ucap Pristiawan.
Ia menambahkan, FPTI telah menyusun rencana strategis jangka menengah, termasuk membangun kekuatan nomor lead melalui pengiriman atlet ke Eropa untuk mengikuti training camp bersamaan dengan dimulainya seri World Cup di kawasan tersebut.