Para atlet nomor lead dijadwalkan menetap lebih lama di Eropa untuk terus berkompetisi dan meningkatkan jam terbang.
Sementara itu, tim nomor speed tetap akan hadir di setiap seri guna menjaga konsistensi performa.
Baca Juga:
Pemko Binjai Gelar Apel Akbar Hari Santri Nasional Tahun 2025 Tingkat Provinsi Sumatera Utara
Pristiawan meyakini ketiadaan World Cup di Indonesia tidak akan berdampak signifikan terhadap eksposur sponsor dalam negeri.
“Kompetisi nasional dan seri nasional tetap berjalan dengan partisipasi atlet-atlet dunia, sehingga partnership dengan sponsor tidak ada persoalan,” katanya lagi.
Di sisi lain, ia menilai proses regenerasi atlet berjalan dengan baik melalui penyelenggaraan kejuaraan nasional kelompok umur yang rutin digelar setiap tahun serta kompetisi usia dini.
Baca Juga:
Ajang Paragliding Internasional Digelar di Sumedang, 120 Pilot Siap Unjuk Kebolehan
FPTI juga menargetkan keikutsertaan atlet muda Indonesia pada ajang ASEAN Youth Championship yang akan berlangsung di Tiongkok.
Antusiasme masyarakat terhadap olahraga panjat tebing terus menunjukkan tren positif sejak Asian Games 2018, dan mencapai puncaknya saat Olimpiade Paris.
Kondisi tersebut mendorong pertumbuhan klub-klub panjat tebing di berbagai daerah secara masif.