Para atlet nomor lead dijadwalkan menetap lebih lama di Eropa untuk terus berkompetisi dan meningkatkan jam terbang.
Sementara itu, tim nomor speed tetap akan hadir di setiap seri guna menjaga konsistensi performa.
Baca Juga:
Hetifah Sjaifudian Kecam Dugaan Kekerasan terhadap Atlet Panjat Tebing, Desak Hukuman Seumur Hidup bagi Pelaku
Pristiawan meyakini ketiadaan World Cup di Indonesia tidak akan berdampak signifikan terhadap eksposur sponsor dalam negeri.
“Kompetisi nasional dan seri nasional tetap berjalan dengan partisipasi atlet-atlet dunia, sehingga partnership dengan sponsor tidak ada persoalan,” katanya lagi.
Di sisi lain, ia menilai proses regenerasi atlet berjalan dengan baik melalui penyelenggaraan kejuaraan nasional kelompok umur yang rutin digelar setiap tahun serta kompetisi usia dini.
Baca Juga:
Dugaan Kekerasan di FPTI Disorot DPR, Verrell Bramasta Tegaskan Atlet Harus Dilindungi
FPTI juga menargetkan keikutsertaan atlet muda Indonesia pada ajang ASEAN Youth Championship yang akan berlangsung di Tiongkok.
Antusiasme masyarakat terhadap olahraga panjat tebing terus menunjukkan tren positif sejak Asian Games 2018, dan mencapai puncaknya saat Olimpiade Paris.
Kondisi tersebut mendorong pertumbuhan klub-klub panjat tebing di berbagai daerah secara masif.