Karena itu, peningkatan kualitas tenaga medis menjadi salah satu aspek penting dalam membangun ekosistem sepak bola yang profesional dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, PSSI kembali menegaskan bahwa pemain merupakan elemen utama dalam pembangunan sepak bola Indonesia.
Baca Juga:
Indonesia Naik 10 Peringkat FIFA, Erick Thohir Ingatkan Timnas Tetap Membumi
Oleh sebab itu, seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan atlet, termasuk tim medis klub dan tim nasional, harus mampu memberikan dukungan terbaik demi menjaga kondisi fisik serta kesehatan pemain.
“Pemain adalah aset utama dalam sepak bola. Menjaga dan memastikan kondisi atlet tetap prima merupakan tanggung jawab bersama, termasuk melalui dukungan tenaga medis yang profesional dan berkompeten," disampaikan dalam forum tersebut.
Melalui penyelenggaraan Football Medical Workshop 2026, PSSI berharap kualitas pelayanan medis di sepak bola Indonesia dapat semakin meningkat dan merata.
Baca Juga:
PORSIBA FC Tanjung Enim Raih Kemenangan Perdana di Liga 4 Piala Presiden 2026
Program ini juga diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang terus dilaksanakan setiap tahun, terutama menjelang bergulirnya kompetisi nasional di berbagai level.
Peningkatan kompetensi tenaga medis dinilai sebagai salah satu langkah strategis untuk memperkuat fondasi sepak bola Indonesia.
Dengan dukungan sistem kesehatan olahraga yang semakin baik, PSSI optimistis perkembangan sepak bola nasional akan semakin kompetitif dan mampu bersaing di tingkat regional maupun internasional.