WAHANANEWS.CO, Jakarta - National Paralympic Committee (NPC) Indonesia menggelar rapat kerja nasional (rakernas) sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas dan daya saing atlet difabel di tingkat internasional.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyusun arah kebijakan strategis sekaligus mempererat koordinasi antara pengurus pusat dan daerah dalam meningkatkan prestasi olahraga paralimpiade.
Baca Juga:
Kisah Inspiratif Revo Priliandro, Atlet Hoki yang Sukses Ubah Nasib Lewat Prestasi
Dalam forum tersebut, NPC Indonesia menegaskan bahwa peran pengurus provinsi sangat krusial dalam mendukung proses pembinaan atlet sejak usia dini.
Sinergi antara organisasi daerah dan pemerintah setempat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan sistem pembinaan yang berkelanjutan serta merata di seluruh wilayah Indonesia.
Rakernas ini juga difokuskan untuk memastikan kesiapan para atlet difabel dalam menghadapi berbagai kejuaraan besar di tingkat Asia hingga dunia.
Baca Juga:
52 CPNS Kemenpora Resmi Jadi PNS, Sesmenpora Tekankan Integritas dan Dedikasi
Sebanyak 34 perwakilan kepengurusan daerah hadir untuk merumuskan strategi penjaringan dan pengembangan talenta-talenta potensial yang dapat menjadi tulang punggung tim nasional di masa depan.
Kegiatan tersebut resmi dibuka di Lorin Hotel Solo pada Senin, 27 April 2026. Berbagai agenda strategis dibahas, termasuk optimalisasi dukungan pemerintah daerah dalam memperlancar program pencarian dan pembinaan atlet muda berbakat di masing-masing provinsi.
"Kita akan bahas program kerja ke depan seperti apa, apa yang harus kita lakukan, dan daerah mana saja yang sudah dan belum dipedulikan oleh pemerintah daerahnya," kata Ketua Umum National Paralympic Committee of Indonesia Senny Marbun dalam keterangannya, Selasa, 28 April 2026.