Baginya, tindakan tersebut merupakan salah satu indikator penting yang menunjukkan loyalitas dan komitmen seorang pemain terhadap tim.
"Maksud dari mau berkorban untuk tim adalah meskipun dia berada di posisi paling depan (striker). Ketika kehilangan bola, dia mau turun sampai ke area penalti kami sendiri untuk melakukan tekel, merebut bola, dan membawanya lagi," ucapnya.
Baca Juga:
Resmi! Persija Jakarta Tunjuk Shin Tae Yong sebagai Pelatih Kepala Baru
Lebih lanjut, Shin mengakui bahwa intensitas kerja keras seperti itu tidak mungkin dilakukan secara terus-menerus sepanjang pertandingan.
Namun, ia percaya bahwa momen-momen kecil yang memperlihatkan semangat berkorban dapat memberikan dampak besar terhadap kekompakan dan semangat kolektif tim.
"Tentu tidak bisa dilakukan setiap saat. Tapi jika hal seperti itu muncul satu atau dua kali saja demi tim, itu akan membuat seluruh pemain menjadi satu dan berlari keras bersama," ujarnya.
Baca Juga:
Jadi Pelatih Baru Persija Ditarget Bawa Juara, Ini Kata Shin Tae-yong
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu menilai bahwa membangun tim yang kuat tidak hanya bergantung pada kualitas individu para pemain.
Kesamaan visi, rasa kebersamaan, serta kesadaran untuk berjuang demi kepentingan bersama menjadi elemen yang tak kalah penting dalam membentuk tim yang kompetitif.
Shin juga menekankan bahwa sepak bola modern menuntut kerja kolektif yang tinggi dan intensitas permainan yang konsisten.