Ia mematahkan servis Munar pada set kedua, lalu menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Momen krusial terjadi ketika Cobolli berhasil mengonversi set point ketujuhnya di tie break set kedua, memaksanya memainkan set penentuan.
Baca Juga:
Tahun Ini Sudah Tembus Rp1,06 Triliun, Impor Senjata Naik Drastis
Pada set ketiga, tensi pertandingan semakin memuncak.
Setelah bertarung ketat, terobosan penting terjadi di game ke-11, yang akhirnya membuka jalan kemenangan 1-6, 7-6(5), 7-5 bagi Cobolli.
Euforia langsung pecah di tribune dan bench Italia, mengingat sang petenis sebelumnya juga menyelamatkan tujuh match point di babak semifinal.
Baca Juga:
Timnas voli putri Indonesia U-21 Tampil Berani, Pecahkan Dominasi Italia di Set Ketiga
Bagi Spanyol, ini menjadi penampilan final pertama sejak 2019 setelah menumbangkan Ceko dan Jerman.
Namun, langkah mereka terhenti oleh performa tak kenal menyerah dari tuan rumah.
Dengan hasil ini, Italia menjadi negara pertama sejak Amerika Serikat yang mampu meraih tiga gelar Piala Davis beruntun.