Lingkungan menyerupai kandungan ini memungkinkan sel punca untuk berkomunikasi satu sama lain dan meniru apa yang terjadi secara alami selama perkembangan embrio.
Dari sana, sel-sel mulai menyusun diri menjadi struktur dasar embrio dan mulai berkembang melalui tahap awal perkembangan, termasuk pembentukan kantung kuning telur, otak, dan jantung yang berdetak.
Baca Juga:
RI Tak Luput Serangan Hantavirus, Ini Jumlah Kasus dan Wilayah Sebaran
Embrio bertahan hingga delapan setengah hari.
Penelitian ini berhasil membentuk organ fungsional dari embrio buatan. Implikasinya di masa depan, illmuwan dapat mengembangkan embrio manusia untuk dicangkok organnya.
Jelas ini memiliki perdebatan etis —semua penelitian yang menjadikan janin manusia sebagai subjek penelitian berpotensi melanggar kode etis yang berlaku.
Baca Juga:
Tersengat Listrik Jebakan Tikus, Seorang PNS di Tuban Tewas di Sawahnya
Namun manusia tidak akan sampai ke titik tersebut dalam waktu dekat.
Sebelumnya, ilmuwan Israel juga berhasil mengembangkan embrio tikus sintetik.
Publikasi mereka hanya terbit duluan beberapa hari dari apa yang ilmuwan Inggris lakukan.