WAHANANEWS.CO - CEO Apple Tim Cook menyatakan bahwa perusahaan kini menghadapi kondisi tak terhindarkan untuk menaikkan harga sejumlah perangkatnya akibat lonjakan biaya komponen memori dan penyimpanan yang terus meningkat sejak awal tahun.
Kondisi tersebut membuat Apple tidak lagi mampu sepenuhnya menahan kenaikan biaya produksi yang berasal dari lonjakan harga chip memori di pasar global.
Baca Juga:
Trump Klaim “Bos” di KTT G7, Disambut Tawa Macron hingga Meloni
"Kami telah berupaya semaksimal mungkin untuk memitigasi lonjakan besar yang dibebankan kepada kami dan mencoba melindungi pelanggan, namun situasi ini sudah tidak dapat dipertahankan," ujar Tim Cook kepada The Wall Street Journal, dikutip dari MacRumors, Rabu (17/6/2026).
"Sayangnya, kenaikan harga tidak dapat dihindari," tambahnya.
Meski demikian, Cook tidak merinci produk mana saja yang akan terdampak penyesuaian harga maupun besaran kenaikannya di pasar global.
Baca Juga:
Diduga Gas Bocor, Kebakaran Rumah di Maros Tewaskan Seorang Balita
Berdasarkan laporan firma riset TechInsights, lini iPhone 18 Pro yang diperkirakan meluncur pada September mendatang berpotensi mengalami kenaikan harga hingga sekitar US$270 atau setara Rp4,8 juta.
Selain iPhone, perangkat lain seperti iPad dan Mac juga diperkirakan akan mengalami penyesuaian harga dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Apple diketahui telah menghapus varian termurah pada lini Mac mini, yang secara efektif membuat harga awal perangkat tersebut naik dari US$599 (Rp10,6 juta) menjadi US$799 (Rp14,2 juta).
The Wall Street Journal melaporkan bahwa kenaikan harga ini dipicu oleh meningkatnya permintaan chip memori dan penyimpanan dari sektor kecerdasan buatan (AI), yang menyebabkan tekanan besar pada rantai pasokan global.
Produsen memori besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron memang tengah meningkatkan kapasitas produksi, namun sebagian besar suplai dialihkan untuk kebutuhan server sehingga pasokan untuk perangkat konsumen tetap terbatas.
Cook juga menjelaskan bahwa Apple kini harus meningkatkan kapasitas DRAM pada perangkat terbarunya untuk mendukung fitur berbasis kecerdasan buatan yang semakin kompleks.
Ia bahkan menyamakan kondisi kelangkaan memori saat ini dengan fenomena banjir bandang yang terjadi satu abad sekali.
"Saya belum pernah melihat yang seperti ini di bidang apa pun selama lebih dari 40 tahun," kata Cook.
Selain Apple, sejumlah perusahaan teknologi lain seperti Samsung, Microsoft, Sony, dan Dell juga dilaporkan telah lebih dahulu melakukan penyesuaian harga akibat kondisi serupa di industri teknologi global.
[Redaksi: Rinrin Khaltarina]