Namun, hasil pengamatan lanjutan menggunakan teleskop optik dan radar berbasis darat memastikan bahwa asteroid tersebut tidak memiliki risiko tumbukan dengan Bumi setidaknya dalam 100 tahun ke depan.
"Apophis tidak memiliki risiko menabrak Bumi setidaknya selama 100 tahun ke depan," tegas ilmuwan.
Baca Juga:
Jangan Lewatkan Fenomena Astronomi Langit Mei 2025: Asteroid Terang hingga Hujan Meteor
Meski aman dari ancaman tabrakan, gaya gravitasi Bumi saat lintasan dekat ini diperkirakan dapat sedikit mengubah orbit Apophis mengelilingi Matahari.
Perubahan tersebut tidak meningkatkan potensi bahaya, namun justru membuka peluang besar bagi para ilmuwan untuk mempelajari struktur dan karakteristik asteroid secara lebih mendalam.
Apophis sendiri merupakan sisa material pembentukan awal tata surya sekitar 4,6 miliar tahun lalu yang tidak berkembang menjadi planet atau satelit alami.
Baca Juga:
Langit Mei 2025, Parade Fenomena Astronomi yang Sayang untuk Dilewatkan
Ukuran asteroid ini diperkirakan memiliki diameter rata-rata sekitar 340 meter dengan panjang maksimal lebih dari 450 meter.
Pendekatan langka ini juga akan dimanfaatkan berbagai lembaga antariksa dunia untuk penelitian lanjutan terhadap asteroid tersebut.
"NASA telah mengalihkan jalur wahana antariksa untuk bertemu Apophis setelah flyby 2029," ungkap peneliti.