Selain itu, pertemuan juga menyoroti pentingnya penguatan rantai pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
Upaya ini mencakup peningkatan kesadaran dan praktik pemilahan sampah sejak dari sumber, penguatan sistem pengumpulan, hingga pengembangan industri daur ulang.
Baca Juga:
Program “Satu Rumah Satu Sarjana” Diluncurkan, Pemprov Kalteng Gratiskan Kuliah bagi Ribuan Mahasiswa
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menekan volume sampah yang masuk ke fasilitas pengolahan utama serta meningkatkan nilai tambah dari sampah yang dihasilkan.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup turut menegaskan pentingnya percepatan penanganan sampah, terutama di kawasan perkotaan yang menghadapi lonjakan volume sampah yang signifikan, sementara kapasitas pengolahannya masih terbatas.
“Penumpukan sampah sangat besar, sementara pengolahannya masih sangat kecil. Ini yang perlu kita percepat, termasuk dengan memperkuat pemilahan dari sumber agar beban di hilir bisa berkurang,” ujar Wamen LH.
Baca Juga:
Respons Data Sampah Dunia, MARTABAT Prabowo-Gibran: Saatnya Transformasi Total Pengelolaan Limbah
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas sejumlah inisiatif percontohan (pilot project) yang telah berjalan di berbagai daerah.
Program-program tersebut antara lain mencakup pengelolaan sampah organik melalui skema kemitraan antara pelaku usaha, komunitas, dan pemerintah.
Model ini dinilai memiliki potensi besar untuk direplikasi di wilayah lain guna memperluas dampak positifnya.