WAHANANEWS.CO, Jakarta - Serangan malware lewat WhatsApp kini makin berbahaya karena pelaku bisa mengambil alih perangkat korban setelah file jebakan dibuka.
Kaspersky mempublikasikan analisis teknis terbaru mengenai kampanye malware yang menyebar melalui WhatsApp dan masih menargetkan sejumlah negara hingga saat ini.
Baca Juga:
Komnas Perempuan Buka Suara soal Kasus YTR, Sebut Belum Masuk KategoriPenyiksaan Versi PBB
Malware tersebut menyasar pengguna di Malaysia, Brasil, India, Meksiko, Singapura, Inggris, Vietnam, hingga Rusia.
Dalam laporan itu, Malaysia disebut menjadi salah satu negara paling terdampak dengan sekitar 80 persen korban terkonfirmasi berasal dari negara tersebut.
"Pelaku ancaman menggunakan nama file yang menipu yang menyamar sebagai dokumen bisnis dan keuangan untuk membujuk penerima agar mengunduh dan menjalankan lampiran tersebut," demikian bunyi laporan Kaspersky.
Baca Juga:
Apk Undangan Palsu Masih Makan Korban, Ini Cara Cepat Selamatkan HP dan Rekening
Modus ini bekerja dengan memanfaatkan file yang terlihat seperti dokumen keuangan biasa, sehingga korban merasa aman untuk membuka lampiran yang dikirim melalui WhatsApp.
"Setelah dijalankan, VBScript memulai rantai infeksi multi-tahap yang pada akhirnya mengakibatkan instalasi perangkat lunak Pemantauan dan Manajemen Jarak Jauh (RMM) yang sah, memungkinkan akses jarak jauh ke sistem korban," imbuh Kaspersky.
Dengan akses jarak jauh tersebut, penjahat siber berpotensi mengontrol perangkat korban dan memanfaatkannya untuk tindakan lanjutan.