WahanaNews.co | BMKG memaparkan, sebagian wilayah Indonesia tahun ini akan mengalami musim hujan lebih awal, mulai September 2022.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, hingga pertengahan Agustus, pemantauan terhadap anomali iklim global atas Samudra Pasifik bagian equator menunjukkan, La Nina masih berlangsung dengan intensitas lemah.
Baca Juga:
La Niña di Indonesia Sejak 2024, BMKG: Cuaca Berangsur Normal di Pertengahan 2025
"La Nina akan bertahan hingga akhir 2022," kata Dwikorita dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (31/8).
Sementara anomali SST di Samudera Hindia memperlihatkan Indian Ocean Dipole (IOD) negatif.
"IOD negatif mengakibatkan kontribusi pada curah hujan di Indonesia, hingga November terjadi peningkatan curah hujan," ujar kepala BMKG.
Baca Juga:
La Nina Kembali! BMKG Peringatkan Banjir dan Suhu Dingin di Indonesia
Menurut Dwikorita, kombinasi antara La Nina lemah dan IOD negatif akan tetap bertahan November 2022.
Akibatnya, dia menyebutkan, sebagian wilayah Indonesia tahun ini akan mengalami musim hujan lebih awal.
Dari 699 Zona Musim, kepala BMKG mengungkapkan, sebanyak 114 di antaranya mengawali musim hujam pada September.