WAHANANEWS.CO, Jakarta - Hujan lebat masih mengintai sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu (2/8/2026), meski sebagian besar daerah telah memasuki musim kemarau dan fenomena El Nino tengah berlangsung.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan musim kemarau dan El Nino tidak serta-merta membuat peluang hujan hilang sepenuhnya.
Baca Juga:
Cek Daerahmu, BMKG Rilis Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang 28 Juli 2026
Catatan BMKG menunjukkan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih terjadi secara lokal di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 27 hingga 29 Juli 2026.
Kondisi tersebut memperlihatkan dinamika atmosfer regional dan lokal masih mampu memicu pembentukan awan hujan di tengah dominasi kondisi kering.
BMKG memperkirakan peluang hujan juga masih bertahan di sejumlah daerah dalam periode sepekan ke depan akibat pengaruh beberapa fenomena atmosfer.
Baca Juga:
Bandung Mendadak Terasa Membeku, BMKG Ungkap Penyebab Udara Dingin Menusuk
Salah satu faktor yang berperan adalah aktivitas Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin yang melintasi sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan.
Aktivitas kedua gelombang atmosfer tersebut diprakirakan mendukung proses pertumbuhan awan hujan di wilayah yang dilaluinya.
Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation atau MJO secara spasial berpotensi memberikan pengaruh terhadap kondisi atmosfer di wilayah Indonesia bagian timur.
Faktor lain berasal dari keberadaan Bibit Siklon Tropis 94W yang terpantau di Samudra Pasifik sebelah utara Papua Barat.
Bibit siklon tersebut dapat memengaruhi pola pergerakan massa udara dan membentuk daerah konvergensi serta konfluensi di sekitar Laut Filipina dan wilayah sekitar sirkulasinya.
Pertemuan serta penumpukan massa udara pada daerah tersebut dapat meningkatkan peluang pembentukan awan hujan dalam skala lokal.
“Kondisi tersebut mendorong pertemuan dan penumpukan massa udara, sehingga hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpeluang terjadi secara lokal,” kata BMKG melalui laman resminya, Jumat (31/7/2026).
BMKG menjelaskan peluang hujan terutama terdapat pada wilayah yang mendapatkan pengaruh langsung maupun tidak langsung dari berbagai dinamika atmosfer tersebut.
“Terutama di wilayah yang dipengaruhi gelombang atmosfer, bibit siklon tropis, serta daerah konvergensi dan konfluensi,” lanjut BMKG.
Untuk Minggu (2/8/2026), BMKG memprakirakan sejumlah provinsi masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas yang perlu diwaspadai masyarakat.
Wilayah yang masuk dalam prakiraan tersebut adalah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, dan Papua Tengah.
Aceh menjadi salah satu wilayah yang perlu mewaspadai dua potensi cuaca sekaligus karena selain hujan juga terdapat peluang terjadinya angin kencang.
Potensi angin kencang pada Minggu (2/8/2026) juga diprakirakan terjadi di Bali, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, dan Maluku.
Wilayah lainnya yang berpotensi diterpa angin kencang meliputi Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.
Kondisi cuaca tersebut terjadi ketika Indonesia secara umum tengah menghadapi musim kemarau dengan kondisi kering yang semakin mendominasi berbagai wilayah.
Fenomena El Nino juga menjadi faktor yang dapat mengurangi pembentukan awan hujan dan meningkatkan kecenderungan kondisi kering di sejumlah daerah.
Namun, keberadaan El Nino bukan berarti seluruh wilayah Indonesia akan mengalami kondisi tanpa hujan secara bersamaan.
Dinamika atmosfer seperti Gelombang Rossby, Gelombang Kelvin, MJO, bibit siklon, serta pola konvergensi masih dapat menghasilkan hujan dalam periode dan wilayah tertentu.
Karena itu, masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca meski berada di wilayah yang telah memasuki musim kemarau.
BMKG juga terus memantau perkembangan Bibit Siklon Tropis 94W yang terbentuk di Samudra Pasifik utara Papua karena sistem tersebut dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia.
Masyarakat di daerah yang berpotensi mengalami hujan maupun angin kencang diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat berlangsung dalam waktu relatif cepat.
Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Minggu (2/8/2026)
Aceh.
Sumatra Utara.
Sumatra Barat.
Riau.
Kepulauan Riau.
Sumatra Selatan.
Bengkulu.
Jawa Barat.
Papua Tengah.
Daftar Wilayah Berpotensi Angin Kencang Minggu (2/8/2026)
Aceh.
Bali.
Jawa Timur.
Kepulauan Bangka Belitung.
Lampung.
Maluku.
Nusa Tenggara Timur.
Papua Barat.
Sulawesi Selatan.
Sulawesi Tenggara.
Sulawesi Utara.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]