Jika uji coba terbukti berhasil, ini dapat diluncurkan ke semua pengguna Twitter. Ini akan memberi kolektor NFT cara yang dinamis untuk berbagi koleksi digital baru dan trending.
Tim pengembang percaya bahwa kemampuan untuk menyematkan NFT, lengkap dengan informasi terkait dan tautan pasar langsung, juga dapat membantu mendorong penjualan tambahan.
Baca Juga:
Kapal Induk Terbaru Angkatan Laut AS akan Dinamai Elon Musk
Sebelum bergabung dengan pasar NFT, Twitter menguji widget Tweet Tiles dengan saluran media terkenal seperti New York Times, Wall Street Journal, dan Guardian. Keputusan Twitter untuk memperluas percontohan Tweet Tiles ke marketplace NFT mengikuti pengenalan avatar NFT untuk pengguna sejak Agustus lalu.
Twitter saat ini sedang bereksperimen dengan beberapa alat bantu pihak ketiga untuk meningkatkan pengalaman penggunanya.
Alat-alat tersebut gratis dan tersedia bagi pengguna untuk dicoba. Selain Tweet Tiles, alat pihak ketiga lainnya yang akan diluncurkan Twitter termasuk Twitter Toolbox dan Timelines.
Baca Juga:
Elon Musk Jual X ke Perusahaan AI Milik Sendiri Rp546 Triliun, Apa Maksudnya?
Twitter Toolbox menyediakan alat untuk pembuatan konten, keamanan, dan wawasan tentang kinerja dan tren konten. Timelines memungkinkan pembuatan feed yang dikurasi.
Selain yang diungkapkan di atas, Twitter juga dikabarkan bakal menggunakan mata uang kripto yang didukung Musk, Dogecoin untuk sejumlah fiturnya termasuk tips.
Meskipun demikian, dengan jatuhnya kepemilikan Twitter kepada Elon Musk, CEO Twitter Parag Agrawal langsung angkat kaki dari perusahaan media sosial tersebut.