WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sungai Amazon yang kini mengalir menuju Samudera Atlantik ternyata pernah bergerak ke arah sebaliknya, sebuah fakta geologi yang mengubah cara ilmuwan memahami sejarah Benua Amerika Selatan.
Saat ini Amazon River mengalir dari barat ke timur, bermula dari Andes Mountains di Peru, melintasi sebagian besar Amerika Selatan, lalu bermuara di Atlantic Ocean.
Baca Juga:
Tiga Proyek PGE Masuk Green Book, Dana Rp8,6 Triliun Siap Mengalir dari Dunia Internasional
Namun, penelitian geologi yang dipublikasikan pada 2006 mengungkap bahwa jutaan tahun lalu sungai terbesar di dunia tersebut justru mengalir dari timur ke barat.
Temuan itu berawal dari riset Russell Mapes saat menempuh pendidikan pascasarjana geologi di University of North Carolina.
Dalam penelitiannya, Mapes menemukan butiran mineral zirkon purba di sepanjang cekungan Amazon.
Baca Juga:
Tenggelam Saat Hajar Kapal Jepang, USS Herring Akhirnya Ditemukan Setelah 82 Tahun
Mineral tersebut berasal dari wilayah timur Amerika Selatan, bukan dari arah barat tempat Pegunungan Andes berada.
"Sepanjang cekungan, usia butiran mineral menunjukkan lokasi spesifik Amerika Selatan bagian tengah dan timur," jelas Mapes.
Temuan tersebut mendorong penelitian lanjutan yang kemudian mengonfirmasi bahwa arah aliran Sungai Amazon pernah berlawanan dengan kondisi saat ini.