WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa program Garuda Spark dihadirkan sebagai langkah strategis untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi ekosistem industri rintisan (startup) di Indonesia.
Program ini dirancang guna memperkuat daya saing startup lokal di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Baca Juga:
PPATK Catat Penurunan Signifikan Judi Online Sepanjang 2025
Pernyataan tersebut disampaikan Meutya Hafid saat menghadiri kegiatan “Jabar Digital Ecosystem Report” yang digelar di Garuda Spark Innovation Hub, Bandung, Jawa Barat, Senin (5/1/2026).
Menurut Meutya, laju transformasi digital saat ini membawa dampak besar sekaligus tantangan baru bagi industri startup.
Oleh karena itu, diperlukan kesiapan ekosistem yang kuat agar perusahaan rintisan mampu beradaptasi, bertahan, dan terus berkembang.
Baca Juga:
IGDX 2025 Dorong Kreator Muda dan Kuatkan Ekosistem Gim Nasional
Kehadiran Garuda Spark, kata dia, menjadi wadah kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak dalam mendukung pertumbuhan startup lokal.
Melalui sinergi antara pemerintah, komunitas, pelaku industri, hingga mitra internasional, Garuda Spark diharapkan dapat memberikan ruang yang aman dan produktif bagi startup Indonesia untuk mengembangkan inovasi dan memperluas jejaring.
"Kolaborasi ini memberi kepercayaan diri agar mereka bisa bertahan dan berkembang. Startup lokal perlu ruang untuk saling belajar dan tumbuh," kata Meutya dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Menkomdigi menjelaskan bahwa kekuatan utama Garuda Spark terletak pada pendekatan kolaboratif yang dijalankan secara berkelanjutan.
Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, startup lokal tidak hanya mendapatkan pendampingan, tetapi juga kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan investor, komunitas inovasi, serta pemerintah.
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mendorong percepatan pengembangan produk, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga perluasan akses pasar bagi startup.
Dalam kesempatan yang sama, Meutya juga menyoroti peran strategis Garuda Spark Bandung dalam pengembangan startup lokal.
Ia menyebut Garuda Spark Bandung telah menjadi salah satu rujukan nasional dalam pembinaan perusahaan rintisan berbasis inovasi.
Hal tersebut tidak terlepas dari berbagai capaian positif yang diraih Garuda Spark Bandung dalam tiga bulan terakhir.
Selama periode tersebut, sejumlah startup lokal berhasil dibina agar memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat nasional maupun global.
"Di Bandung, Garuda Spark sudah berjalan tiga bulan. Selama kurun waktu tersebut, sudah ada 10 startup yang dibantu, dikurasi, dan dilahirkan bersama oleh Kemkomdigi, Startup Bandung, Alkademi, dan mitra internasional seperti NUS Singapura," ujar Meutya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]