WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyerukan agar perempuan Indonesia lebih berani mengambil peran strategis dalam membangun ekosistem digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Ajakan tersebut disampaikan Meutya dalam kegiatan “She-Connects: Perempuan, Digital, dan Aksi Nyata” yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) di Kabupaten Badung, Bali, Jumat (10/10/2025).
Baca Juga:
Menkomdigi Tinjau Aceh Tamiang, Pemulihan BTS Terdampak Banjir Capai 95 Persen
Acara yang dihadiri sekitar 200 peserta dari kalangan akademisi, pelaku wirausaha, serta komunitas perempuan ini menjadi wadah untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat partisipasi perempuan di dunia digital.
Dalam sambutannya, Meutya menegaskan bahwa kehadiran perempuan di dunia teknologi bukan sekadar pelengkap, melainkan faktor penting dalam mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi digital.
Ia mengungkapkan, meski jumlah pengguna internet perempuan hampir menyamai laki-laki, namun partisipasi mereka dalam sektor tenaga kerja teknologi masih rendah.
Baca Juga:
Kemkomdigi Luncurkan Mudikpedia Nataru, Pusat Informasi Resmi Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
“Secara global, rata-rata perempuan yang bekerja di bidang teknologi sudah mencapai 40 persen. Namun di Indonesia baru 27 persen. Angka ini harus kita kejar bersama,” ujar Meutya.
Meutya juga menyoroti tantangan struktural yang masih membatasi perempuan di bidang digital, seperti stereotip gender, minimnya kepercayaan diri, dan keterbatasan figur teladan.
Ia menilai pendidikan dan dukungan sejak usia dini menjadi kunci untuk membangun keberanian perempuan agar mampu bersuara dan mengambil keputusan di ruang digital.