"Tapi kita terus masih memantau terkait dengan peluruhannya, kemungkinan dalam 2-3 minggu ke depan dia akan meluruh sehingga kita mulai dapat melakukan retrofitting atau perbaikan bangunan atau pembangunan kembali jika dibutuhkan," ujar Faisal.
Selain melakukan pemantauan terhadap gempa susulan, BMKG telah mengerahkan tim ke sejumlah lokasi terdampak gempa di NTT untuk mendukung penanganan bencana.
Baca Juga:
Flores Belum Berhenti Berguncang, 731 Gempa Susulan Terjadi Usai Gempa M7,7
Faisal menjelaskan BMKG memiliki tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau kantor yang berada di Pulau Flores serta dua pos yang beroperasi di wilayah tersebut.
"Di NTT tim kita sekarang sudah bergerak ke lokasi, bahkan ada 3 UPT atau kantor BMKG yang ada di Pulau Flores dan juga ada dua pos kami di sana," ujarnya.
Keberadaan jaringan BMKG di berbagai wilayah membuat petugas dapat langsung bergerak ketika gempa terjadi serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam penanganan kondisi darurat.
Baca Juga:
Nyawa Melayang, SERBUK Desak Polda Jambi Segera Panggil dan Periksa Managemen PTPN IV dan RS Annisa Jambi
Menurut Faisal, BMKG memiliki jaringan yang tersebar di 191 lokasi di Indonesia sehingga personel di daerah dapat segera terlibat dalam berbagai langkah penanganan setelah bencana terjadi.
"Jadi ketika gempa terjadi memang staf BMKG sudah ada di lokasi, kita tersebar di 191 lokasi di Indonesia sehingga kita langsung bersama pemerintah daerah mengambil tindakan-tindakan penyelamatan," imbuh Faisal.
Petugas BMKG di lokasi juga mendampingi unsur penanggulangan bencana dan tim pencarian serta pertolongan dalam proses penanganan dampak gempa.