"Kami mendampingi BPBD, mendampingi tim SAR dan sebagainya," katanya.
Gempa bumi kuat sebelumnya mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026) dan mengakibatkan korban jiwa serta kerusakan bangunan di sejumlah wilayah.
Baca Juga:
Flores Belum Berhenti Berguncang, 731 Gempa Susulan Terjadi Usai Gempa M7,7
Guncangan gempa juga menyebabkan ribuan warga harus meninggalkan tempat tinggal mereka dan mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 53 orang meninggal dunia dan 135 orang mengalami luka akibat bencana gempa bumi tersebut.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari menyampaikan korban meninggal tersebar di sejumlah kabupaten di NTT berdasarkan data yang dihimpun pemerintah hingga Minggu (16/8/2026).
Baca Juga:
Nyawa Melayang, SERBUK Desak Polda Jambi Segera Panggil dan Periksa Managemen PTPN IV dan RS Annisa Jambi
"Total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia dengan rincian, Kabupaten Manggarai Barat satu jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 20 jiwa, Kabupaten Manggarai 25 jiwa, Nagekeo satu jiwa, Sikka empat jiwa, Ende dua jiwa," ucap Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (16/8/2026).
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.