Sifat hujan normal tercatat sekitar 4,35 persen, sedangkan kategori atas normal mencapai 2,77 persen.
Adapun wilayah dengan sifat hujan jauh di atas normal tercatat sebesar 5,60 persen.
Baca Juga:
Flores Belum Berhenti Berguncang, 731 Gempa Susulan Terjadi Usai Gempa M7,7
“Kondisi ini menunjukkan bahwa pada Dasarian I Agustus 2026, karakteristik cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi kondisi relatif kering, meskipun hujan masih terjadi di sejumlah wilayah dengan intensitas dan sifat hujan yang bervariasi,” jelas BMKG melalui keterangan resminya.
Meski kondisi relatif kering mendominasi, BMKG mengungkapkan dinamika atmosfer regional dan lokal masih dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
Berdasarkan model filter spasial, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dalam sepekan diprediksi berada di sebagian besar wilayah Sumatera.
Baca Juga:
Nyawa Melayang, SERBUK Desak Polda Jambi Segera Panggil dan Periksa Managemen PTPN IV dan RS Annisa Jambi
Aktivitas MJO juga diprakirakan memengaruhi sebagian wilayah Kalimantan bagian utara dan timur.
Selain MJO, Gelombang Kelvin diprakirakan aktif di sebagian besar wilayah Sumatera dan Kalimantan.
“Aktivitas MJO dan Gelombang Kelvin tersebut berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif, terutama pada wilayah yang juga mendapatkan dukungan dari faktor atmosfer lainnya seperti konvergensi angin dan labilitas atmosfer lokal,” ungkap BMKG.