WAHANANEWS.CO, Jakarta - Upaya penjajakan kerja sama pengembangan teknologi nuklir antara Indonesia dan Rusia terus berlanjut. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria bertemu dengan Direktur Jenderal Rosatom Rusia Alexey Likhachev untuk membahas peluang pengembangan sektor nuklir, baik untuk kebutuhan energi maupun non-energi.
Adapun pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari agenda sebelumnya saat Presiden Prabowo Subianto menerima Likhachev di Istana, Jakarta, sehari sebelumnya.
Baca Juga:
Sinkronisasi Riset Jadi Prioritas, Kemdiktisaintek dan BRIN Siapkan Sistem Terpadu
Melansir Detikcom, Arif menjelaskan bahwa BRIN memang ditugaskan untuk melakukan penjajakan kerjasama pengembangan teknologi nuklir. Rintisan kerjasama RI dengan Rosatom ini sudah dimulai sejak tahun 2006.
"Ini merupakan upaya komprehensif untuk mendalami berbagai opsi teknologi maju bagi masa depan. BRIN bertugas memastikan bahwa setiap langkah dalam penjajakan teknologi nuklir ini terkoordinasi dengan baik antar-instansi," kata Arif dalam keterangannya, dikutip dari detikNews, Kamis (14/5/2026).
Arif mengatakan, fokus utama kerja sama akan diarahkan pada penguatan lebih lanjut Kelompok Kerja Gabungan (Joint Working Group) untuk penyiapan implementasi energi nuklir berskala besar. Ruang lingkup penjajakan ini mencakup pengembangan peta jalan (roadmap), studi tapak, pemilihan teknologi reaktor, hingga pendalaman terkait siklus bahan bakar nuklir.
Baca Juga:
Godzilla El Nino Intai Indonesia, BRIN Peringatkan Kemarau Ekstrem 2026
Selain berfokus pada penjajakan energi berbasis nuklir, kolaborasi strategis ini turut menyasar sejumlah bidang lainnya. Salah satunya, revitalisasi fasilitas riset, modernisasi fasilitas reaktor riset GA Siwabessy di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie Serpong.
"Hal ini juga mencakup pengelolaan limbah radioaktif dan fabrikasi elemen bakar reaktor," ujarnya.
Lalu, pengembangan teknologi High Temperature Gas-Cooled Reactor (HTGR). Teknologi reaktor jenis ini dapat dimanfaatkan untuk produksi hidrogen, desalinasi air, dan keperluan industri lainnya, selain menghasilkan listrik.