Kapal jenis ini menjadi komponen kapal tempur cepat bersama kapal cepat rudal (KCR) Komar-class yang dibeli dari Uni Soviet.
2. Dipersenjatai Meriam dan Peluncur Torpedo
Baca Juga:
TNI AL Uji Tembak Perdana Meriam 127 Mm, KRI Prabu Siliwangi Siap Masuk Lini Tempur
Untuk sistem persenjataan, sesuai dengan namanya kapal ini dipersenjatai dengan 4 tabung torpedo berdiameter 533 mm. Selain itu, kapal ini juga dapat membawa beberapa unit bom laut dan juga ranjau laut.
Untuk sistem persenjataan permukaan, kapal ini dilengkapi dengan 2 unit meriam Bofors L/70 kaliber 40 mm dan senapan mesin kaliber 12.7 mm.
Kapal yang mulai diproduksi sejak tahun 1957 hingga tahun 1975 ini diawaki dengan 39 pelaut dan mampu mencapai kecepatan maksimal 78 km/jam. Untuk radius tempurnya sekitar 1.300 km.
Baca Juga:
Perkuat Pengawasan di Laut, Bakamla Berupaya Tambah Kapal dan SDM
3. Pernah Terlibat Pertempuran Melawan Belanda
Kapal torpedo Jaguar-class pernah terlibat dalam salah satu pertempuran laut melawan Belanda sewaktu operasi Trikora di Irian barat/Papua.
Peristiwa ini dikenal dengan nama “Pertempuran Laut Aru”, peristiwa ini terjadi pada tanggal 15 Januari 1962.