Menurutnya organisasi kepemudaan harus kritisi program atau pelaksanaan pemerintah yang kurang baik dengan cara yang bijak.
"Ini menjadi momentum bagi Kita di SAPMA sebagai bagian dari elemen masyarakat inilah peran SAPMA untuk bisa berkontributif sebagai medium pengawasan jalannya birokratisasi di Pemerintahan," tukas Ketua Umum SAPMA Pemuda Pancasila, Aulia Arief dalam keterangan persnya, Senin (8/11/2021).
Baca Juga:
Pasca Disita, KPK Kembalikan 11 Mobil Mewah pada Ketum Pemuda Pancasila
Lebih lanjut, Teuku Aulia Arief mengatakan pihaknya meggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) selama 2 hari.
Tujuannya untuk saling memberikan evaluasi kinerja anggota dan pengurus yang sudah dilaksanakan selama 2 tahun.
Kemudian, mengevaluasi program yang belum direalisasikan. Mereka juga akan mencari solusi atas kendala yang dialami, sehingga kegiatan sosial kemasyarakatan belum dilaksanakan.
Baca Juga:
BPPH Pemuda Pancasila Imbau Masyarakat Jaga Moral Bangsa dengan Menghormati Para Pemimpin Negara
"Pandemi Covid-19 yang hampir berjalan 2 tahun ini menjauhkan banyak orang dekat termasuk kita di keluraga SAPMA Pemuda Pancasila, momentum Rapimnas dan Rakernas adalah alat bagi Kita di SAPMA sebagai sarana," pungkasnya.
Dorong Kinerja OKP
Dalam sambutan lainnya, Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) PP, Japto S. Soerjosoemarno, mengatakan Rapimnas dan Rakernas ini untuk mengevaluasi permasalahan kinerjanya selama ini.