WAHANANEWS.CO, Jakarta - NASA resmi mengumumkan percepatan kepulangan misi Crew-11 dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS), Kamis (8/1/2026) sore waktu setempat.
Keputusan tersebut diambil setelah salah satu anggota kru mengalami gangguan kesehatan selama menjalankan misi di orbit Bumi.
Baca Juga:
Pentagon Bongkar Biaya Perang AS di Iran Tembus Rp433,8 Triliun
Administrator NASA, Jared Isaacman, menegaskan bahwa kebijakan memulangkan kru lebih awal sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan keselamatan dan kesehatan astronot.
Menurutnya, aspek keselamatan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap misi antariksa yang dijalankan NASA.
Kru Crew-11 yang dijadwalkan kembali ke Bumi terdiri atas Zena Cardman selaku komandan misi, Mike Frink sebagai pilot, serta dua spesialis misi internasional, Kimya Yui dari Badan Antariksa Jepang (JAXA) dan Oleg Platonov dari Roscosmos Rusia.
Baca Juga:
Asteroid Raksasa Dekati Bumi 2029, Bisa Dilihat Tanpa Teleskop
Setelah melalui serangkaian evaluasi medis dan operasional secara menyeluruh, NASA memutuskan untuk mengakhiri misi Crew-11 lebih cepat dari rencana awal.
Kepulangan para astronot ke Bumi dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan dengan menggunakan wahana antariksa Dragon Endeavour.
Sementara itu, Kepala Petugas Kesehatan dan Medis NASA, James Polk, menjelaskan bahwa kondisi astronot yang mengalami gangguan kesehatan saat ini berada dalam keadaan stabil.
Namun demikian, fasilitas medis yang tersedia di ISS dinilai memiliki keterbatasan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan secara mendalam.
"Masalah kesehatan ini tidak terkait dengan aktivitas luar angkasa (spacewalk) maupun cedera fisik selama bekerja,” kata Polk. Ia menyebut, terdapat risiko jika kita membiarkan kondisi ini tanpa diagnosis pasti.
Polk menambahkan, pemulangan kru ke Bumi merupakan langkah paling tepat agar astronot tersebut dapat menjalani pemeriksaan medis lanjutan dengan peralatan yang lebih lengkap dan canggih guna memastikan diagnosis yang akurat.
Di sisi lain, Associate Administrator NASA, Amit Kshatriya, menegaskan bahwa percepatan kepulangan ini bukan merupakan evakuasi darurat yang dilakukan secara tergesa-gesa.
Menurutnya, proses tersebut direncanakan secara matang dan tetap berada dalam kendali penuh NASA.
NASA saat ini juga terus memantau kondisi cuaca di wilayah lepas pantai Florida untuk menentukan lokasi pendaratan yang paling aman bagi Crew-11.
Demi menjaga kelangsungan operasional ISS, astronot Chris Williams akan tetap bertugas di stasiun luar angkasa bersama rekan dari Roscosmos hingga jadwal pergantian kru berikutnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]