Ia mengaku tidak menerimanya dan tetap berhasil mendapatkan pengembalian dana meski pesanan sudah sampai.
Polisi Jepang memperkirakan total kerugian akibat aksinya mencapai lebih dari Rp370 juta. Polisi mengatakan, aksi penipuan ini dilakukan sejak April 2023.
Baca Juga:
TNI AU Permudah Izin Terbang, Aplikasi Flight Security Clearance Resmi Diluncurkan
Setelah investigasi panjang, Higashimoto akhirnya ditangkap dan mengakui perbuatannya. Kasus ini membuat pihak Demae-can mengambil langkah tegas.
Mereka berjanji akan memperketat verifikasi pengguna baru dan mengembangkan sistem pendeteksi aktivitas mencurigakan, terutama terkait permintaan refund berulang.
Di media sosial, banyak warga Jepang menanggapi kasus ini dengan beragam reaksi. Ada yang menyebut aksinya "cerdas tapi salah arah", sementara yang lain mengkritik longgarnya sistem keamanan platform.
Baca Juga:
Soal Program Smart School Rp25 Ribu per Siswa dari Dana Bos, Disdik Nias Barat: Itu Tidak Benar
Banyak yang menganggap insiden ini sebagai pengingat bahwa di era serba digital, keamanan dan kejujuran tetap menjadi faktor utama dalam menjaga ekosistem layanan daring.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.