Selain itu, catatan sejarah yang ditemukan di situs Amarna, di Mesir, menunjukkan bahwa Tushratta, raja Mitanni di Anatolia, menghadiahkan setidaknya satu belati besi kepada Amenhotep III (memerintah dari sekitar 1390 SM hingga 1352 SM), kakek Tutankhamun.
Tim juga menemukan bahwa pisau besi dibuat dengan penempaan panas suhu rendah, kurang dari 950 derajat Celcius karena mineral yang disebut troilite dan formasi kristal besi-nikel yang dikenal sebagai pola widmanstatten terlihat pada belati.
Baca Juga:
Lampaui Target, Ekspor Nonmigas Indonesia ke Mesir Capai USD 1,52 Miliar pada 2024
Namun, dalam penelitian lain, yang diterbitkan dalam buku Iron from Tutankhamun's Tomb, para peneliti menemukan bahwa saat ini tidak mungkin untuk sampai pada kesimpulan yang dapat diandalkan mengenai asal usul benda-benda besi Tutankhamun atau pengrajin dan bahan yang terlibat.
Penulis penelitian tersebut mencatat bahwa batu kristal dari gagang pisau mirip dengan artefak yang banyak digunakan di daerah Aegean.
Sedangkan, bentuk khas Mesir dari gagang itu menunjukkan pembuatan asing untuk pasar Mesir, sehingga belum ada kejelasan tentang asal usul gagang dan bilah keris. [gun]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.